Jumat, 07 Januari 2011

Eksperimen Otak Paling Kejam dalam Sejarah



Sistem saraf berpusat di
otak, sehingga banyak hal
bisa diubah dengan
memberikan perlakuan
tertentu di bagian
tersebut. Namun sejarah
mencatat, percobaan-
percobaan yang dilakukan
untuk mempengaruhi otak
sering melampaui batas
perikemanusiaan.
Dikutip dari Telegraph,
Jumat (7/1/2011), berikut
ini 5 dari berbagai
eksperimen kejam yang
pernah dilakukan baik
pada manusia maupun
binatang.
1. Eksperimen ibu asuh
Di era 1960-an, ilmuwan
Amerika Serikat, Harry
Harlow melakukan
penelitian kontroversial
yang tak terlupakan
karena dinilai tidak etis. Ia
memisahkan anak kera
dari induknya lalu
mengurungnya ke
kandang dengan 2 induk
palsu, masing-masing
terbuat dari besi dan kain.
Anak kera itu menyusu
pada induk palsu dari besi
yang memang dipasangi
botol susu, namun segera
beralih ke induk palsu
dari kain setiap kali
ditakut-takuti. Dalam
perkembangannya, anak
kera itu tumbuh dengan
berbagai gangguan emosi
dan kejiwaan.
2. Pengambilan otak
pasien gangguan memori
Henry Gustav Molaison,
pasien gangguan memori
otak permanen asal
Amerika Serikat telah
dijadikan bahan penelitian
sejak tahun 1950-an. Salah
satu eksperimen yang
pernah dilakukan adalah
mengambil bagian
otaknya yang disebut
hippocampus untuk
keperlian sebuah
penelitian.
Ketika pasien itu
meninggal tahun 2008, sisa
otak yang masih ada
diambil dan disayat
menjadi 2.401 penampang
histologis dan saat ini
dipamerkan di University
of California, San Diego.
3. Cuci otak tawanan
perang
Militer China dikabarkan
pernah mencuci otak
tentara Amerika yang
menjadi tawanan dalam
Perang Korea sehingga
membelot dari
kesatuannya. Prosesnya
cukup panjang, mulai dari
diasingkan dan disiksa
lalu tiba-tiba diberi
kenyamanan hingga
akhirnya berbalik
menyatakan diri sebagai
anti-Amerika.
Efek yang sama ditiru oleh
pihak Amerika dengan
metode yang lebih brutal,
yakni menggunakan obat-
obatan yang
menyebabkan tawanan
mengalami koma. Metode
lain yang digunakan
adalah kejutan listrik dan
obat penenang Lysergic
Acid Diethylamide (LSD)
yang menyebabkan efek
samping halusinasi.
4. Terapi kejut listrik
Stanley Milgram, psikolog
Amerika Serikat
melakukan eksperimen
dengan listrik di era 1960-
an. Relawan yang terlibat
dapat mempelajari
sesuatu dengan lebih
cepat, sebab setiap kali
gagal selalu diberi kejutan
listrik dengan tegangan
mencapai 450 volt.
Eksperimen itu dinilai
sangan tidak etis karena
menyebabkan stres berat
pada para partisipan yang
terlibat. Terlebih
belakangan terungkap,
para partisipan yang
terlibat adalah orang-
orang yang dibayar untuk
berpura-pura terpengaruh
oleh terapi kejut listrik
tersebut.
5. Mengubah orientasi
seks dengan implan listrik
Tahun 1950-an, Robert
Health dari Amerika
Serikat mengembangkan
implan elektroda yang
ditanam di otak untuk
mengubah orientasi seks
seseorang. Pada masa itu,
homoseksualitas
merupakan hal yang tabu
dan dianggap penyakit
sehingga harus
disembuhkan.
Salah satu 'korbannya'
adalah seorang pria gay
berusia 24 tahun, yang
kemudian menjadi
straight atau menyukai
lawan jenis setelah
menggunakan implan
tersebut. Bahkan untuk
membuktikan
keberhasilannya, Heath
menyewa seorang pelacur
wanita untuk memuaskan
sang mantan gay.
(up/ir)


sumber :http://
www.detikhealth.com/
read/2011/01/07/172659/1541938/763/
eksperimen-otak-paling-
kejam-dalam-sejarah?
l991101755

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls