Senin, 03 Januari 2011

"Pionir" PenjelajahanAntar Planet



Sinyal dari Pioneer 10,
wahana antariksa pertama
yang melintasi planet
Jupiter akhirnya kembali
terlacak setelah
sebelumnya menghilang
selama delapan bulan.
Sinyal yang dikirim oleh
wahana yang kini berada
lebih dari 7 milyar mil dari
bumi (sekitar 12,6 milyar
km), dalam
pengembaraan keluar
tatasurya itu diterima oleh
stasiun pelacak di Madrid,
Spanyol pada 28 April
2001.
Pioneer adalah nama yang
diberikan untuk
serangkaian wahana
antariksa untuk eksplorasi
tata surya yang
diluncurkan oleh Amerika
Serikat. Empat wahana
Pioneer yang pertama,
diluncurkan dalam tahun-
tahun 1958 dan 1959
dengan tujuan Bulan dan
kesemuanya menemui
kegagalan. Pioneer 5
sampai 9 diluncurkan
antara tahun 1960 dan
1968 merupakan wahana
antarplanet dengan misi
pengamatan kegiatan
Matahari.
Pioneer 10 diluncurkan
pada tanggal 2 Maret
1972, dengan Roket
peluncur Atlas/Centaur/
TE364-4. Peluncurannya
menandai penggunaan
untuk pertama kalinya
kendaraan peluncur
bertingkat tiga. Roket
tingkat ketiga dibutuhkan
untuk meluncurkan
Pioneer 10 pada
kecepatan 51,810 km/jam
yang dibutuhkan untuk
terbang ke Jupiter, cukup
cepat untuk mencapai
Bulan dalam waktu 11 jam
dan melintasi orbit planet
Mars dalam waktu hanya
12 minggu. Hal ini
mencatatkan Pioneer
sebagai benda buatan
manusia tercepat yang
meninggalkan Bumi.
Pioneer 10 mencapai
Jupiter pada jarak 130.354
km dari permukaan awan
planet raksasa tersebut
pada 3 Desember 1973.
Dalam perlintasannya
dengan Jupiter, Pioneer 10
mengirimkan gambar
jarak dekat (close-up)
pertama dari planet
tersebut. Selepas planet
Jupiter, Pioneer 10
diarahkan keluar dari tata
surya dengan misi untuk
mempelajari partikel
energi dari matahari (juga
dikenal sebagai angin
surya) dan sinar kosmis
yang memasuki wilayah
tata surya kita di galaksi
Bimasakti.
Akan halnya Pioneer 11,
wahana yang diluncurkan
pada 5 April 1973 tersebut
berhasil mengambil
gambar dari bintik merah
di permukaan Jupiter yang
diperkirakan menandai
lokasi sebuah badai besar
yang permanen dalam
atmosfer Jupiter pada
tanggal 2 Desember 1974
dan juga berhasil
mendeteksi massa dari
salah satu bulan Jupiter,
Callisto. Pioneer 11
melanjutkan
perjalanannya menuju
Saturnus yang berhasil
dicapai pada 1 September
1979 dan terbang sejauh
21.000 km dari Saturnus
serta mengambil gambar
jarak dekat yang pertama
dari planet Tersebut.
Selepas Saturnus, Pioner
11 melanjutkan
pengembaraannya keluar
dari tata surya hingga
pada bulan September
1995 ketika sumber
tenaganya mulai
melemah, Pioner 11 tidak
dapat lagi melakukan
observasi ilmiah sehingga
operasi rutin misinya
dihentikan. Saat itu
Pioneer 11 berada pada
jarak 6,5 milyar km dari
Bumi dimana sinyal radio
yang merambat dengan
kecepatan cahaya
membutuhkan waktu
lebih dari 6 jam sebelum
mencapai bumi,
sementara pergerakan
bumi tidak dapat dicakup
oleh antena yang ada
pada Pioneer 11.
Komunikasi dengan
Pioneer 11 terhenti sama
sekali pada bulan
November 1995. Wahana
tersebut tidak dapat
diarahkan kembali ke
Bumi karena kurangnya
sumber daya. Tidak
diketahui apakah hingga
saat ini Pioneer 11 masih
mengirimkan sinyalnya.
Sejauh ini tidak ada
rencana untuk melakukan
upaya pelacakan.


http://media.isnet.org/iptek/astro/pioneer.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls