Minggu, 31 Oktober 2010

Jika Meletus,Krakatau akanLebih Mematikan !!



Erupsi dan bencana yang
ditimbulkan Krakatau
tidak ada yang
menandingi. Bahkan
erupsi Mount St Helens di
AS pada 1980 sedikit pun
tak mampu menyamai
Krakatau. Kini Krakatau
sudah tidur panjang
hampir satu setengah
abad, apakah akan terjadi
bencana lagi?
Prediksi ledakan gunung
api semakin baik. Tapi
kita tidak pernah bisa
memprediksi secara tepat
ledakan besar dan
ledakan tidak biasa,
karena memang tidak
biasa, kata Profesor Jon
Davidson, chair of Earth
Science di Durham
University.
Jika Krakatau meledak lagi
seperti di abad 19 maka
korban dipastikan akan
lebih besar. Selama lebih
dari 100 tahun, wilayah
Krakatau telah
berkembang secara pesat.
Catatan resmi ledakan
pada 1883 bersama
tsunami yang
ditimbulkannya telah
meluluhlantakkan 165
desa dan kota. Selain itu,
132 kota rusak parah dan
36.417 orang menjadi
korban.
Letusan Krakatau itu
menimbulkan efek di
seluruh planet. Suhu rata-
rata global turun 1,2
derajat celcius setelah
sulphur dioxide dalam
jumlah besar
diterbangkan ke angkasa.
Hal itu menimbulkan
awan besar yang
memantulkan sejumlah
besar sinar matahari.
Marco Fulle (51) ilmuwan
dari Italia mengingatkan
bahayanya letusan
Krakatau.
Ledakan seperti 1883
bakal terjadi lagi.
Krakatau akan menjadi
sangat berbahaya jika
tingginya sudah setara
dengan ketinggian 1883,
atau dua kali dari tinggi
sekarang, katanya.
Meskipun begitu, tidak
ada jaminan ledakan tidak
terjadi dalam waktu
dekat. Saat ledakan pada
pagi 26 Agustus 1883,
serangkaian letupan
melemparkan debu sejauh
22 mil ke udara.
Di keesokan harinya,
empat kali erupsi
menyebabkan dua pertiga
pulau itu runtuh ke
lautan. Sebelumnya pada
20 Mei 1883, kapal Jerman
Elizabeth melaporkan
melihat kolom debu dan
asap naik tujuh mil di atas
pulau Krakatau.
Krakatau yang aslinya
setinggi 2.667 kaki tingga
820 kaki di bawah laut.
Letusan itu sangat keras
sehingga bisa didengar
dari jarak 1.900 mil di
Perth Australia dan 4.500
mil di Sri Lanka.
Itu akibat campuran
magma dan air laut yang
menyebabkan erupsi
sangat eksplosif, kata
Profesor Davidson. Air
masuk ke ruang magma
dan menghasilkan ledakan
yang menyebabkan pulau
terbelah, imbuhnya.
Professor Davidson skeptis
ledakan maha dahsyat
akan terjadi dalam waktu
dekat. Tidak cukup
banyak magma, katanya.
Daripada membuat
prediksi, tugas ilmuwan
harus melakukan
pencegahan untuk
menimalisir risiko bagi
yang hidup di dekat
gunung itu. Hal itu yang
lebih penting. Mungkin
saran dari Professor
Davidson ini ada
benarnya.


sumber :http://
wisbenbae.blogspot.com/2010/10/
jika-meletus-krakatau-
akan-lebih.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls