Rabu, 27 Oktober 2010

Toko di Israel"Menjual"Perempuan



TEL AVIV - Biasanya pada
sebuah toko dijual
beberapa barang untuk
kebutuhan manusia.
Namun, bisakah Anda
bayangkan jika ada
sebuah toko yang menjual
manusia?
Sebuah toko di sebuah
pusat perbelanjaan di Tel
Aviv, Israel, belakangan
menjadi pusat perhatian.
Tentu saja, “barang” yang
dijual di toko itulah yang
menarik orang ingin tahu.
Toko itu tidak menjual
sembarang barang. ”Di
depan pintu toko tersebut
dengan jelas terpampang
sebuah tulisan yang
pastinya membuat orang
tertegun dan ingin tahu.
“ Dijual Perempuan,"
begitulah tanda yang
tertulis dengan huruf
kapital latin di depan
pintu toko itu.
Sebagaimana
pengumuman yang
terpampang di pintu toko
itu, maka Anda tidak akan
menemukan barang lain
di dalamnya selain
perempuan. Toko itu
berdiri di antara toko
pakaian, toko buku/
komik, kios tato, dan
beragam toko lainnya.
Selayaknya toko yang
memajang barangnya di
etalase, toko penjual
perempuan itu pun
demikian juga. Para
perempuan berbusana
seksi dan ketat yang tentu
saja menggoda iman para
pria yang lalu lalang
terpampang dengan jelas
di etalase toko.
Dan, karena mereka
makhluk hidup, tiap kali
ada pria yang kadang
iseng menggoda, mata
mereka pun mengedip
genit. Namun, tak semua
perempuan yang dipajang
di toko itu berdandan
menor dan cantik. Di
antaranya ada perempuan
bermuka lebam seperti
korban kekerasan. Para
perempuan tersebut kerap
kali berteriak seperti
orang kesakitan. Mereka
juga sering merintih
seperti habis disiksa.
Rintihan dan teriakan
mereka membuat orang
yang melihatnya menjadi
iba dan prihatin. Beberapa
perempuan yang dipajang
juga menampilkan umur,
berat badan, tinggi,
ukuran bra, dan negara
asal yang ditulis di papan
berukuran kecil. Jika
dilihat sekilas, toko itu
seperti tempat prostitusi.
Mereka juga tidak segan
berpose seksi layaknya
model majalah pria
dewasa. Tapi, jangan
disangka jika toko itu
benar-benar menjual
perempuan.
Toko itu dibuka sebagai
media kampanye
antipelacuran dan
perdagangan manusia
(human trafficking) yang
dilakukan oleh organisasi
yang peduli dengan
perdagangan manusia.
Perempuan-perempuan
yang dipajang di etalase
toko itu adalah para
sukarelawan. Toko itu
bertujuan mengumpulkan
tanda tangan dari
masyarakat untuk
menekan Kementerian
Kehakiman Israel agar
mendukung
pemberlakuan hukum
kejahatan bagi pria yang
pergi ke tempat prostitusi.
Menurut satu pelopor
gerakan, Ori Keidar,
peraturan itu dibutuhkan
untuk menghentikan
perdagangan perempuan
di Israel. “Menurunnya
konsumen prostitusi
membuat kebutuhan
perempuan untuk
prostitusi anjlok sehingga
organisasi penyeludup
perempuan kehilangan
mata pencarian," ujarnya
seperti dikutip CNN.
Keider mengatakan,
Swedia sudah
memberlakukan peraturan
yang sama. “Terbukti
menurunkan tingkat
prostitusi terutama yang
terkait dengan organisasi
kejahatan," kata Keidar.
Selama satu dekade
terakhir 10. 000
perempuan diseludupkan
ke Israel. Keidar menyebut
kondisi itu sebagai
perbudakan masa
modern. Perempuan-
perempuan itu dipenjara,
disiksa, diperkosa, dan
dibiarkan kelaparan.
“ Mereka dipaksa melayani
15 sampai 30 orang setiap
hari, 365 hari setahun,"
kata Keidar yang
berprofesi sebagai
pengacara. Sejak tiga
tahun lalu polisi Israel
gencar memerangi
perdagangan perempuan
dengan langsung merazia
tempat-tempat hiburan
malam.
Pasukan Israel juga
meningkatkan patroli di
perbatasan Mesir-Israel
untuk mencegah
penyelundupan
perempuan. Menurut
Keidar, perbatasan
sepanjang 300 km tersebut
adalah rute utama
penyelundupan
perempuan ke Israel.
“ Aturan yang melarang
pria pergi ke tempat
prostitusi bakal
mengurangi per-dagangan
perempuan dan menekan
bisnis tersebut sehingga
kita bakal memastikan
bahwa hal itu tidak ada
lagi di Israel," ujarnya.
(okezone.com)


sumber :http://
takunik.blogspot.com/2010/10/
toko-di-israel-menjual-
perempuan.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls