Jumat, 12 November 2010

21 Fakta TentangJepang



1. Di Jepang, angka
“ 4″ dan “9″ tidak
disukai, sehingga
sering tidak ada
nomer kamar “4″ dan
“9″. “4″ dibaca “shi”
yang sama bunyinya
dengan yang berarti
“ mati”, sedang “9″
dibaca “ku”, yang
sama bunyinya
dengan yang berarti
“ kurushii / sengsara.
2. Orang Jepang
menyukai angka “8″.
Harga-harga barang
kebanyakan
berakhiran “8″. Susu
misalnya 198 yen.
Tapi karena aturan
sekarang ini
mengharuskan harga
barang yang
dicantumkan sudah
harus memasukkan
pajak, jadi mungkin
kebiasaan ini akan
hilang. (Pasar =
Yaoya = tulisan
kanjinya berbunyi
happyaku-ya atau
toko 800).
3. Kalau musim
panas, drama di TV
seringkali
menampilkan hal-hal
yang seram (hantu).
4. Cara baca tulisan
Jepang ada dua style :
yang sama dengan
buku berhuruf Roman
alphabet huruf
dibaca dari atas ke
bawah, dan yang
kedua adalah dari
kolom paling kanan
ke arah kiri. Sehingga
bagian depan dan
belakang buku
berlawanan dengan
buku Roman alphabet
(halaman muka
berada di “bagian
belakang”).
5. Tanda tangan di
Jepang hampir tidak
pernah berlaku untuk
keperluan formal,
melainkan harus
memakai hanko/
inkan/ cap. Jenis
hanko di Jepang ada
beberapa, a.l. jitsu-
in, ginko-in, dan
mitome-in. Jadi satu
orang kadang
memiliki beberapa
jenis inkan, untuk
berbagai keperluan.
Jitsu-in adalah inkan
yang dipakai untuk
keperluan yang
sangat penting,
seperti beli rumah,
beli mobil, untuk jadi
guarantor, dsb. jenis
ini diregisterkan ke
shiyakusho. Ginko-in
adalah jenis inkan
yang dipakai untuk
khusus membuat
account di bank.
inkan ini
diregisterkan ke
bank. Mitome-in
dipakai untuk
keperluan sehari-hari,
dan tidak
diregisterkan.
6. Kalau kita
membubuhkan tanda
tangan, kadang akan
ditanya orang Jepang:
ini bacanya
bagaimana ? Kalau di
Jepang saat
diperlukan tanda
tangan (misalnya di
paspor, dsb.)
umumnya menuliskan
nama mereka dalam
huruf Kanji, sehingga
bisa terbaca dengan
jelas. Sedangkan kita
biasanya membuat
singkatan atau
coretan sedemikian
hingga tidak bisa
ditiru/dibaca oleh
orang lain.
7. Acara TV di Jepang
didominasi oleh
masak memasak.
8. Fotocopy di Jepang
self-service,
sedangkan di
Indonesia di-service.
9. Jika naik taxi di
Jepang, pintu dibuka
dan ditutup oleh
supir. Penumpang
dilarang membuka
dan menutupnya
sendiri.
10. Pernah nggak
melihat cara orang
Jepang menghitung
“ satu”, “dua”,
“tiga”.... dengan jari
tangannya ? Kalau
agan-agan perhatiin,
ada perbedaan
dengan kebiasaan
orang Indonesia.
Orang Indonesia
umumnya mulai dari
tangan dikepal dan
saat menghitung
“ satu”, jari kelingking
ditegakkan.
Menghitung “dua”,
jari manis
ditegakkan, dst.
Kalau orang Jepang,
setahu saya,
kebalikannya. Mereka
selalu mulai dari
telapak tangan
terbuka, dan cara
menghitungnya
kebalikan orang
Indonesia. Saat bilang
“ satu”, maka jarinya
akan ditekuk/
ditutupkan ke
telapak tangan. Kalo
nggak percaya, coba
deh … jikken dengan
teman Jepang anda.
11. Sepeda tidak
boleh dipakai
boncengan, kecuali
yang
memboncengkannya
berusia lebih dari 16
tahun dan anak yang
diboncengkan berusia
kurang dari satu
tahun dan hanya
seorang saja yang
diboncengkan. Bila
dilanggar, dendanya
maksimal 20 ribu yen.
12. Kalo naik
eskalator di Tokyo,
kita harus berdiri di
sebelah kiri, karena
sebelah kanan adalah
untuk orang yang
terburu-buru. Jangan
sekali-kali berdiri di
kanan kalo kita ga
langsung naik.
13. Pacaran di Jepang
sungguh hemat,
traktir2an bukan
budaya pacaran
Jepang. Jadi selama
belum jadi suami-
istri, siapin duit buat
bayar sendiri-sendiri.
14. Nganter jemput
pacar juga bukan
budaya orang Jepang.
Kalo mau ketemuan,
ya ketemuan di
stasiun.
15. Jangan pernah
sekali-kali bilang ke
orang jepang : “Gue
maen ke rumah lu
ya ”. Karena itu
dianggap ga sopan.
Ke rumahnya cuma
kalo udah diijinin.
16. “Aishiteru” yang
berarti aku cinta
kamu, jarang dipake
sama orang pacaran,
kecuali kalo mereka
bener-bener udah
mau nikah. Biasanya
mereka make
“ Daisuke desu” buat
ngungkapin kalo
mereka sayang sama
pacarnya.
17. Sebelum
bepergian, biasanya
orang Jepang selalu
ngecek ramalan
cuaca. Dan 90%
ramalan cuaca itu
akurat. Itu sebabnya
kalo ada orang bawa
payung, pasti kita
bakal liat orang yang
lainnya lagi bawa
payung juga. Dan
perempatan Shibuya
adalah tempat yang
paling menarik ketika
hujan, karena dari
atas kita akan
melihat lautan
payung yang
berwarna-warni.
18. Bunga sakura
adalah bunga yang
spesial di Jepang,
karena bunganya
hanya tumbuh 2
minggu selama
setahun. Ketika
tumbuh, bunganya
memenuhi seluruh
pohon, tanpa daun.
Setelah 2 minggu, ga
ada satupun bunga
sakura, yang ada
hanyalah daun-daun
hijau, tanpa bunga,
dan jadi ga menarik
lagi.
19. Di Indonesia, kita
bakal dapet duit kalo
kita ngejual barang
bekas kita ke toko
jual-beli. Tapi di
Jepang, kita malah
harus bayar kalo mau
naro barang kita di
toko jual-beli. Itulah
sebabnya kenapa
orang Jepang lebih
milih ninggalin TV
bekas mereka gitu aja
kalo mo pindah
apartemen.
20. Di perempatan
jalan Kyoto,
perempatan jalan
yang kecil, ga ada
mobil sama sekali,
tapi ada lampu
merah, pejalan kaki
selalu berhenti ketika
lampu tanda pejalan
kaki menunjukkan
warna merah. Mereka
santai aja, baca
koran, ngobrol,
ngerokok, dan
kemudian jalan lagi
ketika lampu sudah
hijau. Padahal ga ada
mobil yang lewat
satupun. Mungkin
kalo mereka
ngelanggar peraturan
juga ga akan celaka.
21. Mereka ga
percaya Tuhan
(mayoritas atheis),
tapi mereka bisa
disiplin dan taat
sama peraturan.
Mungkin karena itu
negara mereka maju.
sumber :http://
terselubung.blogspot.com/2010/11/21-
fakta-tentang-jepang.htm

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls