Kamis, 25 November 2010

Motivasi : Jika Tuhan Mengingatkan Manusia



Dikisahkan, seorang
mandor bangunan yang
sedang bekerja di sebuah
gedung bertingkat, suatu
ketika ia ingin
menyampaikan pesan
penting kepada tukang
yang sedang bekerja di
lantai bawahnya. Mandor
ini berteriak-teriak
memanggil seorang
tukang bangunan yang
sedang bekerja di lantai
bawahnya, agar mau
mendongak ke atas
sehingga ia dapat
menjatuhkan catatan
pesan. Karena suara
mesin-mesin dan
pekerjaan yang bising,
tukang yang sedang
bekerja di lantai
bawahnya tidak dapat
mendengar panggilan dari
sang Mandor. Meskipun
sudah berusaha berteriak
lebih keras lagi, usaha
sang mandor tetaplah sia-
sia saja.
Akhirnya untuk menarik
perhatian, mandor ini
mempunyai ide
melemparkan koin uang
logam yang ada di
kantong celananya ke
depan seorang tukang
yang sedang bekerja di
lantai bawahnya. Tukang
yang bekerja dibawahnya
begitu melihat koin uang
di depannya, berhenti
bekerja sejenak kemudian
mengambil uang logam
itu, lalu melanjutkan
pekerjaannya kembali.
Beberapa kali mandor itu
mencoba melemparkan
uang logam, tetapi tetap
tidak berhasil membuat
pekerja yang ada di
bawahnya untuk mau
mendongak keatas.
Tiba-tiba mandor itu
mendapatkan ide lain, ia
kemudian mengambil
batu kecil yang ada di
depannya dan
melemparkannya tepat
mengenai seorang pekerja
yang ada dibawahnya.
Karena merasa sakit
kejatuhan batu, pekerja
itu mendongak ke atas
mencari siapa yang
melempar batu itu. Kini
sang mandor dapat
menyampaikan pesan
penting dengan
menjatuhkan catatan
pesan dan diterima oleh
pekerja dilantai
bawahnya.
Sahabat yang baik, untuk
menarik perhatian kita
manusia sebagai
hambaNya, Allah
seringkali menggunakan
cara-cara yang
menyenangkan, namun
kadangkala juga dengan
pengalaman-pengalaman
yang menyakitkan. Allah
seringkali menjatuhkan
“koin uang” atau
memberikan kemudahan
rejeki yang berlimpah,
agar kita manusia mau
mendongak keatas,
mengingat-Nya dan
bersyukur atas rahmat-
Nya. Allah seringkali
menjatuhkan “koin uang”
berupa kesehatan,
kesuksesan karier,
keberhasilan agar kita
mau menengadahkan
wajah menyembah-Nya,
mengakui kebesaran-Nya
dan lebih banyak
bersyukur atas rahmat-
Nya. Tuhan seringkali
memberikan begitu
banyak berkat, rahmat
dan kenikmatan setiap
harinya kepada kita
manusia, agar kita mau
menengadah kepada-Nya
dan bersyukur atas
karunia-Nya. Namun,
sayangnya seringkali hal-
hal yang menyenangkan
itu tidak cukup membuat
kita manusia untuk mau
mendongak keatas dan
bersyukur atas rahmat-
Nya. Seringkali berbagai
rahmat dan berkah itu
belum cukup membuat
kita mau memberikan
perhatian dengan lebih
mendekatkan diri kepada-
Nya dan bersyukur atas
rahmat-Nya
Karena itu, kadang-
kadang Tuhan juga
menggunakan
pengalaman-pengalaman
menyakitkan, seperti
kegagalan, rasa sakit,
kemiskinan, kesulitan,
musibah, bencana dan
berbagai pengalaman
menyakitkan lainnya
untuk menarik perhatian
manusia agar mau
mendongak keatas
mengingat-Nya.
Pengalaman menyakitkan
itu untuk menarik
perhatian kita agar mau
menengadahkan wajah
kepada-Nya, mengakui
kebesaran-Nya dan
bersyukur atas rahmat-
Nya. Dengan demikian,
kesulitan dan
pengalaman-pengalaman
menyakitkan yang kadang
kala diterima manusia,
hendaknya diterima
sebagai peringatan dari
Tuhan untuk menarik
perhatian kita. Hendaknya
hal itu membuat kita
semakin mempererat
hubungan dengan Allah
atau “habl min Allah.”
Hendaknya hal itu
mengajarkan kita untuk
mengakui kebesaran dan
kekuasaan Allah.
Hendaknya hal itu
menyadarkan kita adalah
makhluk-Nya yang sangat
lemah dan tidak berdaya.
Seorang rekan saya yang
dulunya jarang
berolahraga, suatu ketika
menjadi sangat rajin
berolahraga dengan
bersepeda. Ia membeli
sebuah sepeda yang
harganya cukup mahal,
hampir sama dengan
harga sebuah sepeda
motor. Ketika bertemu
dengannya, saya
menyanyakan kepadanya
mengapa sekarang
menjadi begitu rajin
berolahraga bersepeda
dan membeli sepeda yang
cukup mahal? Dia
mengatakan bahwa
beberapa waktu lalu ia
baru menjenguk seorang
rekannya yang terkena
penyakit jantung dan
harus dirawat di rumah
sakit. Rekannya ini harus
menjalani operasi dan
perawatan di RS yang
menghabiskan biaya
puluhan kali dari harga
sebuah sepeda yang
mahal sekalipun. Ia tahu
rekannya ini karena
begitu sibuknya dalam
bekerja mengejar karier,
sehingga melupakan
kegiatan berolahraga.
Inilah yang membuatnya
sadar bahwa kita perlu
bersyukur atas kesehatan
yang diberikan Tuhan dan
menjaganya dengan baik.
Inilah contoh pribadi yang
memiliki kecerdasan hati
sehingga tidak perlu
menunggu Tuhan
menjatuhkan “batu”
kepada kita untuk mau
bersyukur atas rahmat
yang diberikannya.
Sahabat yang baik, sudah
begitu banyaknya rahmat
dan berkah Allah
senantiasa mengalir setiap
detiknya kepada kita
semua manusia. Seperti
memiliki pekerjaan yang
baik, memiliki kesehatan
yang kita rasakan,
memiliki kedua mata
untuk melihat dunia,
kedua kaki yang
menopang tubuh kita,
kelengkapan panca indra
yang sempurna,
mendapatkan rejeki yang
kita nikmati setiap hari,
keluarga yang bahagia
dan lain sebagainya.
Semua itu sesungguhnya
adalah rahmat dan berkah
dari Allah SWT yang tak
ternilai harganya.
Sudahkah hal itu
menjadikan kita selalu
menengadahkan wajah
kepada-Nya, mengingat-
Nya dan bersyukur atas
rahmat-Nya ? Ataukah hal
itu belum menarik
perhatian kita, sehingga
menunggu Allah
menjatuhkan “batu”
kepada kita ?.
SEMOGA BERMANFAT !


sumber :http://
motivasiindonesia.blogspot.com/2008/07/
jika-tuhan-mengingatkan-
manusia.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls