Senin, 22 November 2010

Proses terbentuknya minyak bumi

-Minyak bumi (Crude Oil)
dan gas alam merupakan
senyawa hidrokarbon.
Rantai karbon yang
menyusun minyak bumi
dan gas alam memiliki
jenis yang beragam dan
tentunya dengan sifat dan
karakteristik masing-
masing. Sifat dan
karakteristik dasar minyak
bumi inilah yang
menentukan perlakuan
selanjutnya bagi minyak
bumi itu sendiri pada
pengolahannya. Hal ini
juga akan mempengaruhi
produk yang dihasilkan
dari pengolahan minyak
tersebut.
-Berdasarkan model
OWEM (OPEC World
Energy Model),
permintaan minyak dunia
pada periode jangka
menengah (2002-2010)
diperkirakan meningkat
sebesar 12 juta barel per
hari (bph) menjadi 89 juta
bph atau tumbuh rata-
rata 1,8% per tahun.
Sedangkan pada periode
berikutnya (2010-2020),
permintaan naik menjadi
106 juta bph dengan
pertumbuhan sebesar 17
juta bph. (Sumber data:
http://dtwh2.esdm.go.id/
dw2007/)
-Pengetahuan tentang
minyak bumi dan gas
alam sangat penting
untuk kita ketahui,
mengingat minyak bumi
dan gas alam adalah
suatu sumber eneri yang
tidak dapat diperbaharui,
sedangkan penggunaan
sumber energi ini dalam
kehidupan kita sehari-hari
cakupannya sangat luas
dan cukup memegang
peranan penting atau
menguasai hajat hidup
orang banyak. Sebagai
contoh minyak bumi dan
gas alam digunakan
sebagai sumber energi
yang banyak digunakan
untuk memasak,
kendaraan bermotor, dan
industri, kedua bahan
bakar tersebut berasal
dari pelapukan sisa-sisa
organisme sehingga
disebut bahan bakar fosil.
Minyak bumi (bahasa
Inggris: petroleum, dari
bahasa Latin: petrus ),
dijuluki juga sebagai emas
hitam adalah cairan
kental, coklat gelap, atau
kehijauan yang mudah
terbakar, yang berada di
lapisan atas dari beberapa
area di kerak bumi.
Minyak bumi dan gas
alam berasal dari jasad
renik lautan, tumbuhan
dan hewan yang mati
sekitar 150 juta tahun
yang lalu. Sisa-sisa
organisme tersebut
mengendap di dasar
lautan, kemudian ditutupi
oleh lumpur. Lapisan
lumpur tersebut lambat
laun berubah menjadi
batuan karena pengaruh
tekanan lapisan di
atasnya. Sementara itu,
dengan meningkatnya
tekanan dan suhu, bakteri
anaerob menguraikan
sisa-sisa jasad renik
tersebut dan
mengubahnya menjadi
minyak dan gas.
Proses pembentukan
minyak bumi dan gas ini
memakan waktu jutaan
tahun. Minyak dan gas
yang terbentuk meresap
dalam batuan yang
berpori seperti air dalam
batu karang. Minyak dan
gas dapat pula bermigrasi
dari suatu daerah ke
daerah lain, kemudian
terkosentrasi jika
terhalang oleh lapisan
yang kedap.
Walupun minyak bumi
dan gas alam terbentuk di
dasar lautan, banyak
sumber minyak bumi yang
terdapat di daratan. Hal
ini terjadi karena
pergerakan kulit bumi,
sehingga sebagian lautan
menjadi daratan.
Dewasa ini terdapat dua
teori utama yang
berkembang mengenai
asal usul terjadinya
minyak bumi, antara lain:
1. Teori Anorganik
(Abiogenesis)
Barthelot (1866)
mengemukakan bahwa di
dalam minyak bumi
terdapat logam alkali,
yang dalam keadaan
bebas dengan temperatur
tinggi akan bersentuhan
dengan CO2 membentuk
asitilena. Kemudian
Mandeleyev (1877)
mengemukakan bahwa
minyak bumi terbentuk
akibat adanya pengaruh
kerja uap pada karbida-
karbida logam dalam
bumi. Yang lebih ekstrim
lagi adalah pernyataan
beberapa ahli yang
mengemukakan bahwa
minyak bumi mulai
terbentuk sejak zaman
prasejarah, jauh sebelum
bumi terbentuk dan
bersamaan dengan proses
terbentuknya bumi.
Pernyataan tersebut
berdasarkan fakta
ditemukannya material
hidrokarbon dalam
beberapa batuan meteor
dan di atmosfir beberapa
planet lain. Secara umum
dinyatakan seperti
dibawah ini:
Berdasarkan teori
anorganik, pembentukan
minyak bumi didasarkan
pada proses kimia, yaitu :
a. Teori alkalisasi panas
dengan CO2 (Berthelot)
Reaksi yang terjadi:
alkali metal + CO2 karbida
karbida + H2O ocetylena
C2H2 C6H6 komponen-
komponen lain
Dengan kata lain bahwa
didalam minyak bumi
terdapat logam alkali
dalam keadaan bebas dan
bersuhu tinggi. Bila CO2
dari udara bersentuhan
dengan alkali panas tadi
maka akan terbentuk
ocetylena. Ocetylena akan
berubah menjadi benzena
karena suhu tinggi.
Kelemahan logam ini
adalah logam alkali tidak
terdapat bebas di kerak
bumi.
b. Teori karbida panas
dengan air (Mendeleyef)
Asumsi yang dipakai
adalah ada karbida besi di
dalam kerak bumi yang
kemudian bersentuhan
dengan air membentuk
hidrokarbon,
kelemahannya tidak
cukup banyak karbida di
alam.
2.Teori Organik
(Biogenesis)
Berdasarkan teori
Biogenesis, minyak bumi
terbentuk karena adanya
kebocoran kecil yang
permanen dalam siklus
karbon. Siklus karbon ini
terjadi antara atmosfir
dengan permukaan bumi,
yang digambarkan dengan
dua panah dengan arah
yang berlawanan, dimana
karbon diangkut dalam
bentuk karbon dioksida
(CO2). Pada arah pertama,
karbon dioksida di
atmosfir berasimilasi,
artinya CO2 diekstrak dari
atmosfir oleh organisme
fotosintetik darat dan
laut. Pada arah yang
kedua CO2 dibebaskan
kembali ke atmosfir
melalui respirasi makhluk
hidup (tumbuhan, hewan
dan mikroorganisme).
P.G. Mackuire yang
pertama kali
mengemukakan
pendapatnya bahwa
minyak bumi berasal dari
tumbuhan. Beberapa
argumentasi telah
dikemukakan untuk
membuktikan bahwa
minyak bumi berasal dari
zat organik yaitu:
- Minyak bumi memiliki
sifat dapat memutar
bidang polarisasi,ini
disebabkan oleh adanya
kolesterol atau zat lemak
yang terdapat dalam
darah, sedangkan zat
organik tidak terdapat
dalam darah dan tidak
dapat memutar bidang
polarisasi.
- Minyak bumi
mengandung porfirin atau
zat kompleks yang terdiri
dari hidrokarbon dengan
unsur vanadium, nikel,
dsb.
- Susunan hidrokarbon
yang terdiri dari atom C
dan H sangat mirip
dengan zat organik, yang
terdiri dari C, H dan O.
Walaupun zat organik
menggandung oksigen
dan nitrogen cukup besar.
- Hidrokarbon terdapat di
dalam lapisan sedimen
dan merupakan bagian
integral sedimentasi.
- Secara praktis lapisan
minyak bumi terdapat
dalam kambium sampai
pleistosan.
- Minyak bumi
mengandung klorofil
seperti tumbuhan.
Proses pembentukan
minyak bumi terdiri dari
tiga tingkat, yaitu:
1. Pembentukan sendiri,
terdiri dari:
- pengumpulan zat
organik dalam sedimen
- pengawetan zat organik
dalam sedimen
- transformasi zat organik
menjadi minyak bumi.
2. Migrasi minyak bumi
yang terbentuk dan
tersebar di dalam
lapisansedimen
terperangkap.
3. Akumulasi tetes minyak
yang tersebar dalam
lapisan sedimen hingga
berkumpil menjadi
akumulasi komersial.
Proses kimia organik pada
umumnya dapat
dipecahkan dengan
percobaan di
laboratorium, namun
berbagai faktor geologi
mengenai cara
terdapatnya minyak bumi
serta penyebarannya
didalam sedimen harus
pula ditinjau. Fakta ini
disimpulkan oleh Cox
yang kemudian di kenal
sebagai pagar Cox
diantaranya adalah:
Minyak bumi selalu
terdapat di dalam batuan
sedimen dan umumnya
pada sedimen marine,
fesies sedimen yang
utama untuk minyak bumi
yang terdapat di sekitar
pantai.
Minyak bumi memeng
merupakan campuran
kompleks hidrokarbon.
Temperatur reservior rata-
rata 107°C dan minyak
bumi masih dapat
bertahan sampai 200°C.
Diatas temperatur ini
forfirin sudah tidak
bertahan.
Minyak bumi selalu
terbentuk dalam keadaan
reduksi ditandai adanya
forfirin dan belerang.
Minyak bumi dapat tahan
pada perubahan tekanan
dari 8-10000 psi.
Proses transformasi zat
organik menjadi minyak
bumi.
Ada beberapa hal yang
mempengaruhi peristiwa
diatas, diantaranya:
1. Degradasi thermal
Akibat sedimen terkena
penimbunan dan
pembanaman maka akan
timbul perubahan tekanan
dan suhu. Perubahan suhu
adalah faktor yang sangat
penting.
2. Reaksi katalis
Adanya katalis dapat
mempercepat proses
kimia.
3. Radioaktivasi
Pengaruh
pembombanderan asam
lemak oleh partikel alpha
dapay membentuk
hidrokarbon parafin. Ini
menunjukan pengaruh
radioaktif terhadap zat
organik.
4. Aktifitas bakteri.
Bakteri mempunyai
potensi besar dalam
proses pembentukan
hidrokarbon minyak bumi
dan memegang peranan
dari sejak matinya
senyawa organik sampai
pada waktu diagnosa,
serta menyiapkan kondisi
yang memungkinkan
terbentuknya minyak
bumi.
Zat organik sebagai bahan
sumber
Jenis zat oragink yang
dijadikan sumber minyak
bumi menurut para ahli
dap[at disimpulkan bahwa
jenis zat organik yang
merupakan zat
pembentuk utama minyak
bumi adalah lipidzat
organik dapat terbentuk
dalamkehidupan laut
ataupun darat dan dapat
dibagi menjadi dua jenis,
yaitu: yang berasal dari
nabati dan hewani.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls