Senin, 22 November 2010

Sebotol Abu MerapiRp 10 Ribu



TRIBUNNEWS.COM, JOGJA -
Puluhan botol berisi
serbuk putih keabu-abuan
tertata rapi di sebuah
meja. Pada tiap sisinya
berlabel 'Oleh-oleh
Merapi' dengan latar
Gunung Merapi yang
sedang meletus. Di
atasnya terdapat secarik
kertas bertuliskan volcano
dust IDR 10.000.
Botol kecil bekas
minuman suplemen itu
berisikan abu vulkanik
Merapi karya mahasiswa
Program Pascasarjana
(PPS) ISI Yogyakarta Agus
Budi Setiawan, yang dijual
di acara Holy Sale, Seni
untuk Merapi. Aksi
penggalangan dana bagi
pengungsi itu digelar di
Lapangan Badminton ISI,
Jumat (19/11/2010).
"Abu Merapi ini dibuat
agar ada apresiasi dari
masyarakat terkait
bencana Merapi. Awalnya
tidak untuk dijual, sekadar
donasi pengganti abu
Merapi Rp 10 ribu, tapi
ternyata banyak yang
tertarik," ujar Agus, yang
juga sebagai koordinator
kegiatan.
Mahasiswa Desain
Komunikasi Visual
(Diskomvis) semester
pertama itu mengaku
bahwa ide awal
pembuatan suvenir abu
Merapi itu semata karena
penasaran. Baginya, akan
menarik jika abu vulkanik
yang pada satu sisi
merupakan musibah bisa
diubahnya menjadi suvenir
yang membawa berkah.
"Saat ngamen beberapa
waktu lalu, saya
menawarkannya kepada
wisatawan mancanegara
dan lokal di Malioboro.
Ternyata mereka sangat
tertarik. Makanya
sekarang saya banyak
menawarkan abu Merapi
kepada orang luar Jogja
seperti Jakarta dll,"
paparnya.
Agus memanfaatkan abu
dari tempat kelahirannya
Kutoarjo, yang kali juga
terkena hujan abu Merapi.
Padahal, jarak Jogja-
Kutoarjo cukup jauh,
sekitar 60 kilometer.
Sementara demi
keamanan, dia tak lupa
menyertakan peringatan
terkait bahan berbahaya
yang terkandung dalam
tiap butir abu merapi,
seperti silica, dll. Hal itu
sekadar untuk
memberikan pengertian
bagi mereka yang
membelinya.
Agus mulai membuat abu
vulkanik sejak 9 November
lalu dengan jumlah 200
botol. Melalui aksi
ngamen di Malioboro, dia
mampu menjual habis abu
tersebut. Kini, mahasiswa
yang saat ini juga
mengajar di Universitas
Mercu Buana itu
memproduksi lagi
sebanyak 200 botol khusus
untuk untuk acara
tersebut.
Hingga saat ini, dari hasil
penjualan abu Merapi
saja, dia telah
mengumpulkan dana
sekitar Rp 2 juta. Selain
menjual abu Merapi, Holy
Sale juga menjual berbagai
macam barang seperti tas,
kaus, dompet, majalah,
mug, sepatu, pernak-
pernik, hingga lukisan
bertemakan Merapi.
Sementara itu ketua
panitia Holy Sale, Seni
untuk Merapi Edi Sutardi
menuturkan, abu Merapi
yang dibuat oleh Agus,
selain bisa menjadi uang,
diharapkan juga bisa
menjadi memorabilia bagi
bencana Merapi kali ini.
Terkait acara, Edi
mengatakan bahwa
puncak kegiatan nanti
malam akan ada diisi
dengan penampilan empat
kelompok seni. Mereka
akan menampilkan tarian,
catwalk, fashion, hingga
lelang baju Sabtu (20/11)
pukul 19.00 WIB di kampus
PPS ISI, Jalan
Suryodiningratan
Yogyakarta.(*)

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls