Minggu, 21 November 2010

Johny SetiawanSang AstronomDunia Asli Indonesia



FOCUS-GLOBAL,-Nama
Johny Setiawan ahli
astrofisika Indonesia
kembali mencuat
menyusul penemuan
planet baru seukuran
planet Jupiter. Johny yang
kelahiran Jakarta, 16
Agustus 1974 itu bekerja
bersama timnya di Max
Planck Institute for
Astronomy ( MPIA) Jerman
menemukan planet baru
yang kemudian diberi
nama HIP 13044 b.
Tim MPIA itu semula
penasaran dengan benda
bergerak mengelilingi
induk bintangnya. Dengan
menggunakan alat
canggih spectrograph
teleskop 2,2 meter di Cile
mereka meyakini adanya
planet.
Tempat peneropongan
planet tercanggih yang
berada di Cile itu adalah
European Southern
Observatory's La Silla
Observatory. Sedangkan
Johny Setiawan tinggal di
Heidelberg, Jerman dan
bekerja di MPIA tersebut.
'Penemuan-penemuan
benda angkasa sudah
menjadi bagian studi
kami. Kami selalu mencari
exoplanets yang
mengorbit di sekitar
bintang-bintang pasif' ujar
Johny, dikutip Science
paper, usai menemukan
planet baru yang
mengorbit di luar galaksi
bumi, Milky Way.
Exoplanet planet
merupakan planet yang
mengorbit di luar tata
surya kita, di luar galaksi
Bima Sakti. 'Penemuan
planet baru ini
membangkitkan semangat
kami. Letaknya sangat
jauh dari bumi, sekitar
2.000 tahun cahaya' kata
Johny.
Planet HIP 13044 b yang
baru ditemukan Johny itu,
hanya membutuhkan
waktu 16 hari dalam
mengelilingi bintang
induknya karena jaraknya
sangat dekat. Bintang itu
sendiri sudah melawati
fase red giant, yakni
ukurannya membengkak
dari diameter aslinya
sebelum mati karena
kehabisan hidrogen.
Matahari juga akan
mengalami kehabisan
hidrogen yang
diperkirakan 5 juta tahun
mendatang. Sedangkan
bintang baru itu berputar
sangat cepat sehingga
menelan planet-planet
kecil di dekatnya dan hal
itu membuat orbitnya
makin cepat. Planet baru
ini tergolong aneh karena
hanya mengandung
sedikit elemen kimia tapi
sudah membentuk sebuah
planet.
Dengan keberhasilan itu,
Johny terhitung sudah
menemukan lebih dari 10
planet baru bersama
timnya. Selain genius dan
hebat di bidang
astronofisika -
ekstrasurya, Johny ketua
tim itu juga seorang ahli
bahasa hingga menguasai
5 bahasa yaitu Inggris,
Jerman, Perancis, Spanyol
dan tentu saja Indonesia
bahasa ibunya.
Beberapa planet yang
sudah dia temukan
bersama timnya yaitu HD
47536 b, HD 11977 b, HD
70573 b, TW Hydrae b, Chi
Virginis b, HD 47536c, HD
110014b, dan HD 110014c,
yang dipublikasikan di
berbagai jurnal ilmiah
misalnya Astronomy &
Astrophysics, The
Astrophysical Journal dan
Nature.
Dialah ilmuwan non
Jerman yang menjadi
ketua tim di MPIA.
Menurutnya, planet itu
juga berwarna seperti
matahari. Bila spektrum
cahaya warna biru berarti
mendekati bumi atau
pusat pengamatan, bila
warna merah berarti
menjauh.
Alumni S-1 dan S-3 di
Freiburg, Jerman sejak
remaja sudah tertarik
dengan ilmu perplanetan
di Bintaro, Jakarta. Dia
memang sudah 17 tahun
berada di Jerman tapi
tetap sebagai Warga
Negara Indonesia. Dia
bekerja malam hari mulai
pukul 18.00 hingga 07.00
waktu Jerman. (berbagai
sumber)

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls