Jumat, 12 November 2010

Aktivasi Otak Tengah;Membaca DenganIndra Ke 7



BUKAN sulap, bukan
sihir,
Naura
mampu
membaca
beberapa
kata
yang
tertera
dalam
sebuah
kartu,
tanpa menggunakan
indera penglihatannya.
Dia membaca dan
menangkap bentuk, serta
warna gambar dalam
kartu itu dengan cara
meraba, mencium, atau
mendengarnya. Bahkan,
terkadang dia nampak
menjilati kartu tersebut,
sedangkan kedua bola
matanya tertutup kain
tebal.
Sesekali, diusapkannya
lembar demi lembar
potongan kertas ini ke
ubun-ubunnya. Siswi salah
satu taman kanak-kanak
swasta di Semarang ini
bukanlah bocah yang
memiliki cacat pada
matanya. Apa yang
dilakukan Naura juga
bukan sebuah trik magic
maupun tipu muslihat.
Sebagian orang pasti
bertanya tanya,
bagaimana mungkin
Naura dapat membaca
dengan cara meraba,
sedangkan kartu tersebut
bukan cetakan braille
yang dikhususkan bagi
tuna netra. Bagaimana
mungkin juga dia dapat
membaca dengan
mendengar, sedangkan
kartunya itu sama sekali
tak bersuara.
Mungkinkah ini yang
disebut dengan indera ke
7 ??
Ternyata, kemampuan
intuisi Naura menjadi
tajam setelah dua kali dia
mengikuti program
aktivasi otak tengah.
Trainer otak tengah Usep
Badruzzaman
menerangkan, untuk
membuka otak tengah,
tidak diperlukan operasi
khusus, melainkan
dilakukan secara ilmiah.
" Mid brain activation ini
dilakukan dengan aplikasi
frekuensi suara, hingga
membentuk gelombang
otak Alpha. Gelombang ini
akan muncul pada saat
anak dalam keadaan rileks
dan paling kreatif,"
terangnya.
Menurut Usep, dengan
mengaktifkan otak
tengah, dapat mencetak
kemampuan luar biasa
pada otak anak. Sebab,
lanjut dia, jika otak
tengah telah berfungsi
dengan baik, maka secara
otomatis akan tercipta
keseimbangan
kemampuan pada otak
kiri dan otak kanannya.
"Dengan demikian, anak
dapat lebih baik
menangkap ilmu dan
pelajaran di sekolah,
maupun dari
lingkungannya," ungkap
dia.
Bisa Melihat Makhluk
Halus ?
Aktivasi otak tengah ini
merupakan temuan luar
biasa yang telah banyak
diaplikasikan di Rusia, dan
mulai berkembang di
Jepang, Malaysia, dan kini
di Indonesia. "Hanya anak
di usia 5 hingga 15 tahun
saja yang mampu
menerima aktivasi ini,"
kata Usep.
Sayangnya, gemparnya
otak tengah di Indonesia
malah mengarah pada
hal-hal magic. Ada
beberapa orang tua yang
enggan mengaktivasikan
otak tengah anaknya,
dengan alasan khawatir
jika Si kecil juga akan
mampu melihat makhluk
halus setelah
mendapatkan pelatihan
aktivasi.
"Saya takut jika nantinya
dia juga bisa melihat
setan. Jadi saya ingin anak
saya berkembang secara
alamiah saja," ujar Maya
(30), warga Semarang.
Ketakutan Maya, ditampik
oleh Usep. Menurutnya,
membuat otak tengah
bekerja atau teraktivasi,
sama sekali tidak
berkaitan dengan hal-hal
supranatural. Otak tengah
yang sudah teraktivasi,
akan memancarkan
gelombang otak yang
mirip radar. Akibatnya
anak yang sudah
teraktivasi otak tengahnya
mampu melihat benda
dalam keadaan mata
tertutup namun tidak
akan sampai melihat
mahluk halus kecuali
memang si anak secara
alamiah memiliki bakat
indera ke 6 yang sudah
terbuka. Bahkan anak
yang telah memiliki indera
ke 6 pun tidak akan bisa
melakukan hal seperti
anak yang otak tengahnya
aktif kecuali otak
tengahnya telah dibuka
melalui pelatihan.
Sedangkan untuk biaya
aktivasi otak tengah di
Semarang dan sekitarnya,
rata-rata mencapai Rp 2,5
juta hingga Rp 3 juta.
"Yang terpenting, pasca
pelatihan aktivasi, orang
harus rajin mengasah
kemampuan anak. Jika
tidak rajin dilatih, aktivasi
yang telah diberikan akan
sia-sia," imbuh Usep.
source: http://
www.indospiritual.com/
artikel_otak-tengah-
membaca-dengan-indra-
ke-7.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls