Senin, 01 November 2010

Cinta Tumbuh DariOtak, Bukan di Hati

Peneliti dari Syracuse
University, Profesor
Stephanie Ortigue,
menemukan, ada 12 area
di otak yang bekerja saat
seseorang jatuh cinta.
Kedua belas area itu
menghasilkan bahan
kimia, seperti dopamine,
oxytocin, adrenalin, dan
vasopression, yang
berujung pada euforia.
Rasa cinta juga
memengaruhi fungsi
psikologis, metafora, dan
penilaian fisik.



Jadi, cinta itu berasal dari
hati atau otak?
'Pertanyaan yang selalu
sulit dijawab. Saya
berpendapat, asalnya dari
otak,' kata Ortigue.
'Contohnya, suatu proses
di otak kita bisa
menstimulasi hati.
Beberapa perasaan dalam
hati kita sebetulnya
merupakan gejala atas
proses yang terjadi di
otak.'
Penelitian lain
menunjukkan,
peningkatan jumlah darah
dalam faktor penumbuh
untuk saraf yang
memegang peranan
penting dalam cara orang
bersosialisasi.
Hal ini menghadirkan
fenomena yang disebut
dengan 'cinta pada
pandangan pertama'. Hal
ini dikonfirmasi dengan
temuan Ortigue yang
menunjukkan bahwa cinta
bisa hadir dalam waktu
seperlima detik.
Ortigue menjelaskan,
dengan memahami cara
orang jatuh cinta dan
putus cinta, para peneliti
bisa mengembangkan
terapi baru. 'Kita bisa
mengerti penyakit putus
cinta,' kata Ortigue.
Studi Ortigue juga
mendapati ada bagian
otak yang berbeda untuk
tipe cinta yang berbeda.
Cinta tanpa syarat,
contohnya cinta seorang
ibu terhadap anaknya,
dipicu oleh aktivitas otak
di bagian umum dan di
tempat yang berbeda-
beda, termasuk otak
tengah.
Cinta yang bergairah
antar-kekasih melibatkan
area kognitif, bagian yang
mengharapkan imbalan,
dan penilaian fisik.


sumber :http://
wisbenbae.blogspot.com/2010/11/
cinta-tumbuh-dari-otak-
bukan-di-hati.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls