Minggu, 07 November 2010

Inilah Kunci PanjangUmur Kaum Pria



MODENA,
KOMPAS.com -
Seks
merupakan
kebutuhan
dasar setiap
manusia. Bila
kebutuhan seks ini dapat
dipenuhi dengan baik,
kehidupan pun akan
lebih sehat dan membuat
umur menjadi lebih
panjang.
Kajian para ilmuwan di
Italia menyebutkan,
kehidupan seks yang
sehat merupakan salah
satu kunci bagi seorang
pria untuk mencapai usia
yang panjang. Studi
menunjukkan, seks
harmonis tidak hanya
membuat Anda menjadi
setia kepada pasangan,
tetapi juga dapat
menekan risiko mengidap
penyakit jantung dan
pembuluh darah
(kardiovaskular).
Kesimpulan tersebut
diungkapkan para pakar
yang tergabung dalam
Italian Society of Sexual
Medicine yang menggelar
konferensi tahunnan di
kota Modena, Italia,
baru-baru ini.
"Bukti dari riset ini
adalah pria yang punya
kehidupan seks aktif dan
setia kepada
pasangannya lebih jarang
mengalami keluhan
berkaitan dengan
kardiovaskuler dan
umurnya lebih panjang.
Meningkanya aktivitas
seksual memicu lebih
banyak hormon
testosteron yang
berujung pada jarangnya
depresi serta lebih
baiknya kualitas
kardiovaskuler, yang
berarti metabolisme
lebih baik" ungkap
seorang peneliti, Dr
Emmanuele Jannini dari
Universitas Florence.
Dr Jannini
menambahkan, studi
yang melibatkan 4.000
pria ini menunjukkan,
mereka yang tidak setia
pada pasangannya
memiliki kualitas
kardiovaskuler yang
buruk. Mereka juga
harus berjuang
mengatasi stres yang
meningkat akibat
pengkhianatan kepada
pasangannya.
Riset juga
mengungkapkan,
buruknya kualitas
kehidupan seksual dapat
memicu depresi.
Sementara itu,
meningkatnya kadar
hormon testosteron saat
melakukan aktivitas
seksual bermanfaat bagi
pria karena dapat
membakar timbunan gula
dan menurunkan risiko
penyakit jantung.
"Mereka yang mengidap
diabetes khususnya
memeroleh manfaat dari
kehidupan seks yang
sehat. Melakukan seks
secara aktif juga
membantu mencegah
gangguan prostat pada
pria," ujarnya
Testosteron adalah
hormon yang penting
dalam kehidupan seks
seorang pria, selain juga
merupakan sejenis
anabolic steroid. Studi
sebelumnya juga telah
menunjukkan bahwa seks
bermanfaat bagi
kesehatan dan
kehidupan, selain dapat
mencegah osteoporosis.
Dalam konefensi itu juga
dibahas betapa
kebiasaan menghabiskan
waktu berbicara dengan
ponsel berisiko
mengganggu sperma dan
meningkarkan risiko
kemandulan pada pria.
Menurut kajian awal para
ahli di Universitas La
Sapienza di Roma dan
Rumah Sakit Santa Maria
Goretti di Latina,
"Ditemukan korelasi
antara penggunaan
ponsel dan
memburuknya mobilitas
sperma."
"Gelombang (radiasi)
tampaknya membuat
sperma menjadi malas.
Walau begitu, data
penelitian ini masih
sangat dini,dan kami
akan
memperhitungkannya
dengan kehadiran faktor
lain. Mereka yang sering
bicara di ponsel kerap
mengalami stres
berlebihan, atau apakah
mereka juga lebih banyak
merokok dan minum
alkohol, dan hal itu
dapat mempengaruhi
kualitas sperma," ujar
Andrea Lenzi, Presiden
Italian Society of
Andrology and Sexual
Medicine (SIAMS)
Riset yang dilakukan
Lenzi, dilakukan dengan
memeriksa sperma pria
yang menggunakan
ponsel selama minimum
setengah jam hingga
empat jam dalam sehari.



Penulis: AC Editor: Asep
Candra Sumber :
telegraph.co.uk

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls