Selasa, 09 November 2010

Mengenal LebihJauh MengenaiKebiasaan Latah

1. Pengertian Latah
Menurut KBBI edisi ketiga,
latah mempunyai arti ;
Menderita sakit saraf
dengan suka meniru-niru
perbuatan atau ucapan
orang lain.
Berkelakuan seperti orang
gila, misalnya; karena
kehilangan orang yang
dicintai
Meniru-niru sikap,
perbuatan, atau kebiasaan
orang atau bangsa lain
Mengeluarkan kata-kata
yang tidak senonoh.
Menurut Dr. Rinrin R.
Kaltarina, Psi.,M.Si., Latah
adalah ucapan atau
perbuatan yang terungkap
secara tak terkendali
setelah terjadinya reaksi
kaget.
Latah adalah ucapan atau
perbuatan yang terungkap
atau tidak terkendali,
pascareaksi kaget (starled
reaction). Saat latah
muncul yang berkuasa
alam bawah sadar
(subconcious).

2. Penyebab Latah
Penyebab utama latah
adalah kecemasan atau
tertekan gara-gara stres.
Ada beberapa teori yang
menyebabkan timbulnya
gangguan latah, yaitu :
Teori Pemberontakan.
Dalam kondisi latah,
seseorang bisa
mengucapkan hal-hal
yang dilarang tanpa
merasa bersalah. Gejala
ini semacam gangguan
tingkah laku. Lebih kearah
obsesif karena ada
dorongan yang tidak
terkendali untuk
mengatakan atau
melakukan sesuatu.
Teori Kecemasan. Gejala
latah muncul karena yang
bersangkutan memiliki
kecemasan terhadap
sesuatu tanpa ia sadari.
Rata-rata, dalam
kehidupan pengidap latah
selalu terdapat tokoh
otoriter, entah ayah atau
ibu. Bisa jadi, latah
merupakan jalan
pemberontakannya
terhadap dominan orang
tua yang sangat menekan.
Walau demikian tokoh
otoriter tidak harus
berasal dari lingkungan
keluarga.
Teori Pengondisian. Inilah
yang disebut latah gara-
gara ketularan. Seseorang
mengidap latah karena
dikondisikan oleh
lingkungannya, misalnya
gara-gara latah, seseorang
merasa diperhatikan dan
diperhatikan oleh
lingkungan. Dengan
begitu, latah juga
merupakan upaya mencari
perhatian. Latah semacam
ini disebut ”latah gaul”.
3. Macam – Macam
Latah
Menurut Dr. Rinrin R.
Kaltarina, Psi.,M.Si. Ada
empat macam latah.
1. Ekolalia: mengulangi
perkataan orang lain
2. Ekopraksia: meniru
gerakan orang lain
3. Koprolalia: mengucapkan
kata-kata yang dianggap
tabu/kotor
4. Automatic obedience:
melaksanakan perintah
secara spontan pada saat
terkejut, misalnya; ketika
penderita dikejutkan
dengan seruan perintah
seperti ”sujud” atau
”peluk”, ia akan segera
melakukan perintah itu.
4. Bahaya Latah
Mengekang Kreatifitas.
Karena kita sudah
terbiasa untuk meniru
orang lain, berbuat seperti
orang lain bertingkah
laku. akhirnya kita
kehilangan daya untuk
‘ mencipta’ hal-hal yang
baru, yang lebih segar dan
kita akan mapan dengan
kejumudan. “be a leader
dont be a follower”
Mengikis keberagaman.
Jangan harap menemukan
hal-hal ‘baru’ jika budaya
ini terlanjur menjadi akut.
semua orang akan
memilih untuk seragam
ketimbang bersusah
payah membuat hal yang
sama sekali lain. Bisa-bisa
slogan kita akan berubah
dari “walaupun berbeda
namun tetap satu jua”
menjadi “walaupun satu
asalkan berbeda-beda”.
Baik Buruknya Tergantung
Peniruan
Menurut Evi Elviati, Psi.,
psikolog dari Essa
Consulting Group, baik
buruknya anak bersikap
latah terhadap sang
teman tergantung apa
yang ditirunya. Jika
sifatnya negatif, maka
orang tua harus segera
menghentikan dengan
memberinya penjelasan
kepada anak. Sebaliknya,
jika yang dicontoh adalah
hal-hal positif, maka
orang tua justru harus
memberikan dukungan
agar anak terus
melakukan hal itu.
5. Penanganan /
Penyembuhan
Syarat munculnya latah
adalah adanya
keterkejutan. Untuk
mengurangi dan
menyembuhkan latah, ia
harus bisa menemukan
ketenangan hidup.
Misalnya, keluar dari
rumah kalau orang tuanya
kerap melakukan tekanan
atau berganti bidang
pekerjaan jika
pekerjaannya itu
membuatnya stres.
Untuk menyembuhkan si
latah, lingkungan memang
harus berempati. Ada
penderita latah yang
sembuh sendiri setelah
berkeluarga dan hidup
tenang. Selebihnya,
penderita dianjurkan
melakukan latihan
relaksasi, meditasi, dan
konsentrasi secara rutin.
Kegiatan ini akan
membantu penderita
menuju kesembuhan. Dan,
sering-seringlah
melakukan aktivitas
menyenangkan yang tidak
membuat stres (Dr. Rinrin
R. Khaltarina, Psi., M.Si.).
Terapi puasa cukup
populer di Eropa maupun
AS. Kabar gembira lain,
hasil riset terakhir
membuktikan puasa yang
dijalankan secata tepat
dan benar, bisa berfungsi
sebagai terapi bagi
penderita latah. Ini
bersumber kepada fakta
bakti bahwa pausa dapat
membuat seseorang lebih
mampu menguasai dan
mengendalikan diri.


Sumber :
unic66.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls