Senin, 08 November 2010

PROSES TERJADINYATUMOR ATAU KANKER




Kanker
adalah
penyakit
yang
ditakuti
karena
keganasannya.
Namun,
kanker
bukanlah
penyakit
yang
terjadi
dalam
waktu singkat. Perlu
proses yang cukup
panjang untuk merubah
sel normal menjadi sel
kanker. Dengan
mengetahui proses
pembentukannya dan
faktor-faktor yang
memicunya, diharapkan
kamu bisa melakukan
pencegahan.
Tubuh kita terdiri badan
dan anggota badan yang
dihubungkan oleh
pembuluh-pembuluh
darah dan pembuluh
limfa. Anggota badan
tersusun dari sel-sel yang
berukuran sangat kecil
( seperseratus mili
meter ), yang memiliki
bentuk hampir sama,
namun memiliki fungsi
yang berbeda.
Seperti sel darah putih,
yang berfungsi melawan
kuman-kuman yang
masuk ke dalam tubuh.
Sel darah merah,
berfungsi mengangkut
oksigen dalam darah.
Keping darah berfungsi
untuk membekukan darah
supaya tidak terjadi
pendarahan.
Didalam sel terdapat
organel yang salah
satunya, adalah inti sel
yang berisi gen atau DNA.
DNA adalah materi
genetika yang dikenal
sebagai pembawa sifat
keturunan. Kanker berasal
dari satu sel gen yang
mengalami kerusakan.
Sel gen yang mengalami
kerusakan dapat menjadi
liar dan berkembang
tanpa henti, sehingga dari
satu sel menjadi jutaan sel
dan membentuk jaringan
baru. Jaringan baru itu
disebut tumor atau
kanker.
Gen dalam sel ada yang
disebut gen kanker
( oncogen ), gen penekan
tumor ( tumor suppressor
gen ), dan gen yang
bertugas memperbaiki gen
yang rusak, yaitu repair
gen. Bila salah satu dari
gen tersebut mengalami
kerusakan, maka bisa
menjadi kanker.
Kerusakan pada materi
gen atau biasa disebut
sebagai mutasi gen dapat
terjadi melalui beberapa
cara, baik internal
maupun eksternal.
Faktor Internal
Terjadi kesalahan replikasi
pada saat sel-sel yang
mati diganti oleh sel yang
baru.
Merupakan kesalahan
genetika yang diturunkan
dari orang tua. Kesalahan
ini biasanya
mengakibatkan kanker
pada usia dini.
Bila seorang ibu mengidap
kanker payudara, tidak
serta merta semua anak
gadisnya akan mengalami
hal yang sama, karena sel
yang mengalami
kesalahan genetik harus
mengalami kerusakan
lebih dulu sebelum
berubah menjadi sel
kanker. Hanya saja
individu pembawa sel
genetika yang salah,
memang lebih beresiko
terkena kanker daripada
yang tidak memiliki
mutasi gen yang salah.
Faktor mutasi gen secara
internal, tidak dapat
dicegah namun faktor
eksternal dapat dicegah.
Menurut WHO, 10% – 15%
kanker, disebabkan oleh
faktor internal dan 85%,
disebabkan oleh faktor
eksternal. Jadi, sekalipun
tidak 100%, sebenarnya
kanker dapat kita cegah
atau hindari dangan
menghindari faktor
eksternal.
Faktor Eksternal
Faktor eksternal yang
dapat merusak gen adalah
virus, polusi udara,
makanan, radiasi, dan
berasal dari bahan kimia,
baik bahan kimia yang
ditambahkan pada
makanan, maupun bahan
kimia yang berasal dari
polusi.
Bahan kimia yang
ditambahkan dalam
makanan, seperti
pengawet dan pewarna
makanan.
Cara memasak juga dapat
mengubah makanan
menjadi senyawa kimia
yang berbahaya. Daging
atau ikan yang
dipanggang hingga
gosong, mengandung zat
kimia seperti benzo-a-
piren, amin heterosoklik,
dioxin, dll.
Kuman yang hidup dalam
makanan juga dapat
menyebarkan racun,
misalnya racun aflatoksin
pada kacang-kacangan,
sangat erat hubungannya
dengan kanker hati.
Makin sering tubuh
terserang virus makin
besar kemungkinan sel
normal menjadi sel
kanker.
Proses detoksifikasi yang
dilakukan oleh tubuh,
dalam prosesnya sering
menghasilkan senyawa
yang lebih berbahaya bagi
tubuh, yaitu senyawa yang
bersifat radikal atau
korsinogenik. Zat
korsinogenik dapat
menyebabkan kerusakan
pada sel.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls