Selasa, 09 November 2010

Bahasa IndonesiaDipelajari Oleh 45Negara di Dunia



Bahasa merupakan hal
yang sangat penting di
dalam melakukan
komunikasi. Suatu bangsa
akan lebih dikenal,
apabila, bahasa
nasionalnya menjadi salah
satu bahasa yang
dipergunakan oleh bangsa
lain di dunia.
Walaupun yang paling
efektif merubah citra
adalah merubah realitas,
namun peran budaya dan
bahasa Indonesia dalam
diplomasi sangat krusial.
Tingginya minat orang
asing belajar bahasa dan
budaya Indonesia harus
disambut positif. Kalau
perlu, Indonesia
menambah Pusat
Kebudayaan Indonesia di
sejumlah negara, guna
membangun saling
pengertian dan perbaiki
citra .
Direktur Jenderal
Informasi dan Diplomasi
Publik Departemen Luar
Negeri Andri Hadi
mengemukakan hal itu,
ketika tampil pada pleno
Kongres IX Bahasa
Indonesia, yang
membahas Bahasa
Indonesia sebagai Media
Diplomasi dalam
Membangun Citra
Indonesia di Dunia
Internasional, Jakarta.
“Saat ini ada 45 negara
yang ada mengajarkan
bahasa Indonesia, seperti
Australia, Amerika,
Kanada, Vietnam, dan
banyak negara lainnya, ”
katanya. Mengambil
contoh, Australia, Andri
Hadi menjelaskan, di
Australia bahasa
Indonesia menjadi bahasa
populer keempat. Ada
sekitar 500 sekolah
mengajarkan bahasa
Indonesia. Bahkan, anak-
anak kelas 6 sekolah dasar
ada yang bisa berbahasa
Indonesia.
Untuk kepentingan
diplomasi, dan menambah
pengetahuan orang asing
tentang bahasa Indonesia,
menurut Dirjen Informasi
dan Diplomasi Deplu ini,
modul-modul bahasa
Indonesia di internet perlu
diadakan, sehingga orang
bisa mengakses di mana
saja dan kapan saja.
Di samping itu,
keberadaan Pusat
Kebudayaan Indonesia di
sejumlah negara sangat
membantu dan penting.
Negara-negara asing
gencar membangun pusat
kebudayaannya, seperti
China yang dalam tempo 2
tahun membangun lebih
100 pusat kebudayaan.
Sedangkan bagi Indonesia,
untuk menambah dan
membangun Pusat
Kebudayaan terkendala
anggaran dan sumber
daya manusia yang
handal.
Dalam sesi pleno
sebelumnya, Kepala Pusat
Bahasa Departemen
Pendidikan Nasional
Dendy Sugono yang
berbicara tentang Politik
Kebahasaan di Indonesia
untuk Membentuk Insan
Indonesia yang Cerdas
Kompetitif di atas Fondasi
Peradaban Bangsa,
mengatakan, tuntutan
dunia kerja masa depan
memerlukan insan yang
cerdas, kreatif/inovatif,
dan berdaya saing, baik
lokal, nasional, maupun
global.
Untuk memenuhi
keperluan itu, sangat
diperlukan keseimbangan
penguasaan bahasa ibu
(bahasa daerah), bahasa
Indonesia, dan bahasa
asing untuk mereka yang
berdaya saing global,
tandasnya.
Dendy Sugono
melukiskan, kebutuhan
insan Indonesia cerdas
kompetitif itu, untuk lokal
meliputi kecerdasan
spiritual, keterampilan,
dan bahasa daerah .
Untuk kebutuhan nasional
meliputi kecerdasan
emosional, kecakapan,
dan bahasa Indonesia.
Sedangkan untuk global,
dibutuhkan kecerdasan
intelektual, keunggulan,
dan bahasa asing.
Artinya, orang Indonesia
sudah bisa
mempergunakan bahasa
Indonesia di 45 negara
tersebut. Asyik, ya?


Read more:
http://
siradel.blogspot.com/2010/09/
bahasa-indonesia-
dipelajari-oleh-45.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls