Rabu, 10 November 2010

Bocah Ini TidakTidur Selama TigaTahun



VIVAnews - Rhett Lamb.
Bocah lima tahun ini baru
bisa tidur pulas ketika
usianya menginjak tiga
tahun. Selama tiga tahun
awal kehidupannya, ia
terus terjaga.
Seperti dikutip dari laman
ABC News, putra
pasangan Shannon dan
David Lamb ini menderita
penyakit langka yang
menyerang area otak.
Dunia medis
menyebutnya: chiari
malformation.
Itu adalah suatu kelainan
di bagian bawah otak
yang mengakibatkan
posisi otak kecil turun dan
keluar dari tengkorak.
Kondisi ini membuat
bagian otak Rhett yang
mengatur emosi,
pernapasan, peredaran
darah dan rasa kantuk
terganggu karena tertekan
tulang tengkorak bagian
belakang.
Diagnosis itu membuat
dokter mengambil
keputusan untuk
melakukan operasi
pengangkatan tulang yang
menekan bagian otak
Rhett. Dengan jaminan
keberhasilan hanya 50
persen, operasi pun
akhirnya dilakukan di All
Children ’s Hospital, St.
Petersburg pada
pertengahan tahun 2008.
Operasi berhasil. Dua hari
setelahnya, Rhett akhirnya
bisa tidur nyenyak untuk
pertama kalinya. "Saya
sungguh tak bisa
menahan air mata
melihatnya bisa tidur
pulas semalam suntuk,
saya tak percaya bisa
menyaksikan ini semua,"
kata Shannon usai operasi
putranya.
Tak hanya memulihkan
siklus tidur, operasi itu
juga membuat emosi
Rhett stabil. Sebelumnya,
Rhett tumbuh sebagai
anak temperamental.
"Selama tiga tahun tidak
tidur, Rhett selalu rewel,
gelisah, murung, marah,
tidak bisa bermain dan
berinteraksi dengan orang
lain. Bahkan, tak jarang
memukuli kami. Sungguh
menyedihkan," ujarnya.
Keberhasilan operasi itu
adalah buah dari
perjuangan Shannon dan
David sejak Rhett masih
bayi. Pasangan ini mulai
menyimak kelainan itu
lantaran Rhett tidak
pernah memejamkan
mata untuk istirahat.
Padahal, umumnya bayi
lebih banyak tidur
daripada terjaga.
Puluhan dokter yang
sempat didatangi
pasangan itu sebelumnya
tidak mampu
mendiagnosis penyakitnya
dengan benar. Ada dokter
yang mengatakan Rhett
menderita autis, tapi ada
yang membantah
diagnosis itu. Tapi, setelah
melalui berbagai terapi
dan uji medis, penyakit
Rhett pun terdeteksi.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls