Selasa, 09 November 2010

ManusiaBerkemampuanMelayangDijelaskan DenganIlmu Fisika



Sampai saat ini, masih
banyak misteri yang
belum terpecahkan di
dalam kehidupan kita.
Salah satunya, yaitu
kemampuan manusia yang
dapat melayang di udara.
Dan ternyata, hal tersebut
dapat dijelaskan lewat
ilmu fisika.
Ratusan siswa dari Asia,
sebagian besar asal
Indonesia, yang mengikuti
Asian Science Camp di
Sanur, Bali, dihadapkan
pada tantangan
memecahkan fenomena
mistis secara logis melalui
ilmu fisika.
Fenomena mistis tersebut,
seperti kemampuan
manusia melawan
gravitasi dengan melayang
di udara tanpa media
apapun, yang ternyata
bisa dijelaskan dengan
ilmu pengetahuan.
Mereka disuguhkan
peragaan langsung rahasia
ilmu fisika, melalui enam
orang bermeditasi dan
keenamnya kemudian bisa
lompat melayang di
udara, walau hanya
beberapa detik. Meski
menghasilkan kekaguman
dan hampir tidak masuk
akal, ternyata semua itu
ada penjelasan teori dan
logikanya menggunakan
ilmu fisika.
“Keadaan seseorang
dapat melayang di udara,
karena mengalami yang
disebut transcendental
meditation (TM). Dalam
tubuh mereka telah
terjadi kinerja otak yang
koheren, sehingga dapat
melayang, ” ujar ahli TM
Regianto.
Ahli TM lainnya, I Wayan
Sutrisna menjelaskan,
bahwa fenomena tersebut
sangat masuk akal dan
dapat dijelaskan melalui
teori fisika “Meissner
Effect” atau teori tentang
ketahanan dengan
koherensi.
Dalam teori “Meisnner
Effect”, terbukti elektron
yang disorder atau tidak
beraturan, dapat dengan
mudah ditembus medan
magnet. Sedangkan
elektron yang koheren,
tidak dapat ditembus
medan magnet.
“Inilah mengapa pikiran
yang koheren, dapat
menangkal energi negatif
dan tubuh kita bisa
melayang di udara atau
Yogic Flying, ” katanya.
Dijelaskan, dengan TM,
seseorang akan
memancarkan energi
positif, yang secara tidak
langsung merangsang zat
seretonin dalam tubuh
yang membantu menjadi
bahagia. Dalam TM Sidi,
melayangkan tubuh
bukanlah tujuan utama,
tetapi yang dikehendaki
adalah keselarasan dalam
berpikir dan kesehatan
tubuh.
“Bahkan dampak positif
tersebut tidak hanya
dapat dirasakan orang
yang bermeditasi, tetapi
juga oleh lingkungan
sekitarnya, ” tambah
Sutrisna pada ASC kedua.
Artinya, tubuh kita
sebenarnya memiliki
kemampuan untuk
melawan gravitasi,
tergantung dari keahlian
kita di dalam mempelajari
hal tersebut tentunya.
(",)v


Sumber : tahukah-
engkau.blogspot.com,
berbagai sumber lainnya

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls