Kamis, 11 November 2010

Pola menu makanancalon Ibu akanpengaruhi jeniskelamin bayi.

Jenis kelamin kelahiran
bayi dipengaruhi
dengan asupan menu
makanan ibu yang
tengah menyiapkan
diri untuk hamil,
demikianlah hasil
kajian penelitian Fiona
Mathews dari
University of Exeter,
UK.
Penelitian Mathews
dkk dilaksanakan
dengan pengumpulan
data kaum wanita
hamil dengan
menelaah atas
kebiasaan menu
makanan semasa masa
pra-kehamilan. Hasil
kajian yang dilakukan
terhadap 740 wanita
calon ibu
berkebangsaan Inggris
yang tengah
mengandung ,
menunjukkan bahwa
kebiasaan makan calon
ibu dengan menu
berkandungan “high-
calorie diet” lebih
cenderung akan
melahirkan bayi laki-
laki. Angka prosentase
penelitian
menunjukkan, bahwa
56% kaum wanita yang
berkebiasaan
menyantap menu
berkalori tinggi akan
mengandung jabang
bayi laki-laki,
sedangkan sejumlah
wanita yang memiliki
ranking rendah dalam
kebiasaan menu
berkalorie tinggi hanya
45% yang kemudian
melahirkan bayi laki-
laki.
Berdasar wawancara
dalam proses
penelitian ini, kalangan
wanita calon ibu yang
tengah memeriksakan
diri datang di klinik
bersalin, diminta untuk
mengingat-ingat kilas
balik memori catatan
atas asupan menu
makan semasa
beberapa minggu
jelang masa kehamilan
masing-masing.
Secara keseluruhan
kaum wanita yang
tengah diteliti
kelompok ilmuwan
Mathews dan ternyata
melahirkan bayi laki-
laki, secara rata-rata
menyantap 180 kalori
per hari lebih banyak
dibanding kaum ibu
yang melahirkan bayi
perempuan. Jumlah
perbedaan kalori yang
kira-kira diunjukkan
setara dengan makan
sebuah pisang.
Mathews
mengimbuhkan
fenomena lain yang
baginya adalah
menarik, bahwa kaum
wanita yang
berkebiasaan setiap
hari menyantap sereal
59% melahirkan bayi
laki-laki, sedangkan
kontras sebaliknya
menunjukkan bahwa
hanya 43% kehamilan
bayi berkelamin laki-
laki pada kaum ibu
yang jarang atau hanya
kadang saja
menyantap sarapan
pagi sereals. Lebih jauh
lagi Mathews mengutip
fenomena kajian
terdahulu sejumlah
penelitian yang
menunjukkan atas
organ kandungan
wanita hamil, bahwa
dalam uterus wanita
yang memiliki
kandungan gula yang
relatif tinggi pun
dalam proses
kehamilan akan
cenderung
menghasilkan jabang
bayi berkelamin laki-
laki.
Hasil kajian di atas
seakan cocok dengan
rumusan biologi dasar
mengenai teori
perkembangbiakan
satwa —yang mungkin
pula berlaku pada
manusia — bahwa
dalam situasi alamiah
apabia terdapat
kecukupan makanan
dan sumber daya alam
yang melimpah, maka
satwa cenderung
menghasilkan
keturunan berkelamin
jantan. Hal demikian
menjadi suatu strategi
guna memaksimalkan
keuntungan genetis;
berhubung dengan
tumbuh-kembangnya
secara sehat keturunan
jantan akan lebih
berpeluang besar
untuk dapat
menyebarkan lebih
banyak lagi anak-
pianak keturunan lebih
lanjut; apabila
dibanding dengan
keadaan yang dimiliki
sesosok betina.
Publikasi on-line
Nature-com mengutip
kajian riset Fiona
Mathews dalam journal
ilmiah terbitan Inggris:
Proceedings of the
Royal Society.


Sumber: Up-dates journal
Nature-com.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls