Minggu, 19 September 2010

Asal Usul NamaGunung Fujiyama


Gunung Fuji adalah
gunung keabadian atau
orang Jepang
menyebutnya Fuji san (san
berarti gunung, khusus
untuk menyebut gunung
Fuji) merupakan gunung
berapi aktif yang terletak
di perbatasan Prefektur
Shizuoka dan Yamanashi.
Ketinggian gunung Fuji
adalah 3.776 M. Gunung
ini adalah simbol bagi
negara Jepang selain
bunga sakura.
Dibalik keindahan
panoramanya Fujiyama
memiliki legenda cerita
yang menarik. Dikisahkan
pada jaman dahulu kala
hidup sepasang kakek
nenek di desa terpencil.
Pekerjaan sang kakek
adalah sebagai penebang
bambu. Pada suatu hari
ketika sang kakek akan
menebang bambu, ia
melihat bambu yang
bercahaya seperti emas.
Karena penasaran, maka
sang kakek memotong
bambu tersebut dan
ternyata di dalam bambu
itu ditemukan anak
perempuan yang kira-kira
tingginya 9 cm.
Sang kakek kemudian
membawa anak
perempuan itu pulang ke
rumah. Sesampainya di
rumah, kakek memberi
tahu nenek dan mereka
akhirnya memberi nama
anak itu Kaguya. Setelah
merawat Kaguya, setiap
kakek pergi ke gunung
untuk menebang bambu,
di dalam bambu tersebut
pasti ditemukan emas.
Kehidupan merekapun
menjadi makmur berkat
Kaguya.
Tak terasa putri Kaguya
tumbuh menjadi sosok
putri yang sangat cantik
sampai kecantikannya itu
tersebar ke seluruh
pelosok negeri. Banyak
orang-orang dari kalangan
berada sampai pajabat
kerajaan ingin
mempersunting putri
Kaguya, tetapi entah
mengapa putri Kaguya
menolak lamaran mereka.
Putri Kaguya memikirkan
cara untuk menolak
lamaran mereka dengan
menyuruh membawa
barang-barang yang
mustahil adanya.
Siapa yang berhasil
membawa barang-barang
yang diinginkan sang
putri, maka dia akan
menerima lamaran salah
satu dari mereka. Barang-
barang tersebut
diantaranya adalah
mangkuk suci sang
Buddha, kalung yang
terbuat dari bola mata
naga, kipas bercahaya dan
lain-lain. Para lelaki itu
datang dengan membawa
barang yang diminta,
namun semua barang
yang dibawa itu palsu
karena barang yang
diminta putri Kaguya
tersebut mustahil
ditemukan di bumi ini.
Malam bulan purnamapun
akan segera datang.
Sambil memandang bulan,
putri Kaguya menangis
dalam kesedihan. Kakek
dan nenek merasa
khawatir kenapa putri
kesayangannya merasa
sedih. Akhirnya pada
tanggal 8 Agustus, putri
Kaguya menyampaikan
perasaannya kapada
kakek dan nenek. Ia
mengaku bahwa
sebenarnya ia berasal dari
bulan dan harus kembali
ke bulan saat bulan
purnama tiba. Putri
Kaguya sedih karena
harus meninggalkan kakek
dan nenek yang
dicintainya. Karena tidak
mau kehilangan putri
Kaguya, maka kakek dan
nenek berusaha
mempertahankan putri
Kaguya saat sang putri
dijemput oleh utusan
bulan untuk kembali ke
bulan. Namun usahanya
itu sia-sia. Akhirnya putri
Kaguya pergi menuju
bulan.
Sebagai kenang-kenangan
dan tanda terima kasih,
putri Kaguya memberi
Fushi no kusuri (Obat
hidup kekal) kepada
kakek dan nenek yang
selama ini merawatnya.
Sayangnya, kakek
membakar obat itu karena
ia merasa meskipun bisa
hidup abadi dengan
meminum obat itu, tanpa
ada Kaguya di sisi mereka
apalah artinya. Kakek
membakar obat itu di atas
puncak gunung tertinggi
di Jepang. Gunung tempat
sang kakek membakar
obat itu kemudian diberi
nama Fushi no yama
(gunung abadi), dan
gunung itu sekarang
dikenal dengan nama
Fujiyama.
sumber:http://
metrogaya.com/home/
sejarah-hari-ini/asal-usul-
nama-gunung-fujiyama

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls