Rabu, 22 September 2010

Renungan MasaDepan


Sahabat!
Taukah kalian akan
makna kematian?
Ya, kematian merupakan
hal yang biasa kita jumpai
tetapi kematianjuga masih
merupakan momok bagi
kita jika seandainya
kematian itu terjadi pada
diri kita. Sadarlah,
kematian akan datang
pada kita karena perlahan
setiap detik, menit, jam,
hari yang kita punya di
dunia berkurang. Dunia
tidak dapat menampung
kita selamanya karena
duniapun tidak akan
abadi.
Lalu setelah mati?
Kematian bukan sebuah
akhir perjalanan. Memang,
sebuah akhir perjalanan di
dunia tetapi juga sebuah
awal perjalanan menuju
“masa depan” yang kekal.
Perjalanan yang sangat
berat yang harus kita
tempuh sendiri tanpa
ditemani keluarga, teman-
teman.
Mempertanggungjawabkan
dan menerima
konsekwensi atas semua
yang telah dilakukan di
dunia.
Sekilas, tulisan di atas
mungkin sama saja
dengan yang lainnya. Tapi,
lihatlah “masa depan” itu.
Sekarang kita bisa
menghabiskan waktu
sesuka kita. Tapi,ketika
semua kegiatan kita
hanyalah hura-hura,
semuanya tidaklah berarti
jika kita merenungi akan
masa depan kita. Tidak
akan berdampak pada
masa depan.
Sahabat, bukan maksud
saya untuk membuat
kalian takut, menyalahkan
takdir atau bahkan Tuhan
atas hal yang akan
menimpa kita tapi saya
hanya ingin kita semua
sadar akan hal ini.
Menyesali keadaaan
malah akan memperburuk
kita. Saya tidak akan
menyuruh kalian untuk
segera bertobat karena
tujuan saya menulis
seperti ini tidaklah untuk
itu. Kalian sendirilah yang
tau pilihan mana yang
akan kalian pilih nantinya.
Jalanai saja apa yang ada
dan ingat selalu akan
“ masa depan” itu.
Artikel Kiriman
Sahabat Esti Gumansuci
esti_gumansuci@ymail.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls