Jumat, 17 September 2010

Kenapa Kita BisaBermimpi???


Mari kita mulai dengan
mengatakan apa yang
bukan menyebabkan kita
bermimpi. Mimpi-mimpi
kita tidak berasal dari
“ dunia lain”. Mimpi-mimpi
itu bukanlah pesan-pesan
dari suatu sumber di luar
diri kita. Mimpi-mimpi itu
bukanlah penglihatan
tentang masa depan,
bukan pula ramalan.
Semua mimpi kita ada
hubungannya dengan
emosi-emosi, ketakutan-
ketakutan, kerinduan-
kerinduan, kebutuhan-
kebutuhan dan kenangan-
kenangan kita. Tetapi
suatu yang ada di “luar”
dapat mempengaruhi apa
yang kita impikan. Jika
seseorang merasa lapar,
atau lelah, atau dingin,
mimpi-mimpinya dapat
mencakup perasaan ini.
Jika selimut kamu terjatuh
dari tempat tidur,
mungkin kamu akan
bermimpi sedang berada
di dalam gumpalan es.
Bahan impian yang kamu
alami nanti malam
kemungkinan berasal dari
pengalaman-pengalaman
yang akan kamu alami
hari ini.
Jadi “isi” mimpi kamu
berasal dari sesuatu yang
mempengaruhi kamu
sementara kamu sedang
tidur (kamu merasa
kedinginan, suara gaduh,
perasaan tidak nyaman,
dan sebagainya) dan
mimpi itu juga dapat
menggunakan
pengalaman-pengalaman
lampau kamu dan
dorongan-dorongan dan
minat-minat yang kamu
miliki sekarang. Inilah
sebabnya mengapa anak-
anak yang masih sangat
kecil mungkin bermimpi
tentang tukang sihir dan
peri, anak-anak yang lebih
besar bermimpi tentang
ujian-ujian di sekolah,
orang-orang yang lapar
bermimpi tentang
makanan, prajurit-prajurit
yang rindu kampung
halaman bermimpi
tentang keluarga mereka,
dan para narapidana
bermimpi tentang
kebebasan.
Untuk menunjukkan
kepada kamu bagaimana
sesuatu terjadi sementara
kamu tidur dan keinginan-
keinginan atau
kebutuhan-kebutuhan
kamu semuanya dapat
bergabung dalam mimpi,
ini ada cerita eksperimen.
Seseorang tidur dan
punggung tangannya
digosokkan dengan
sepotong kapas pembalut.
Ia bermimpi bahwa ia
berada di sebuah rumah
sakit dan kekasihnya
menjenguknya, dan duduk
di atas tempat tidur dan
mengusap tangannya!
Ada orang-orang yang
dijuluki ahli psikoanalisis
yang telah melakukan
studi khusus tentang
mengapa kita bermimpi
dan apa arti mimpi itu.
Penafsiran mereka
tentang mimpi-mimpi
tidak diterima oleh semua
orang, tetapi penafsiran
itu menawarkan suatu
pendekatan yang menarik
untuk masalah itu.
Mereka berpendapat
bahwa mimpi-mimpi
adalah ungkapan-
ungkapan dari keinginan-
keinginan yang tidak
terpenuhi, hasrat-hasrat
yang gagal. Dengan
perkataan lain, mimpi
adalah suatu cara untuk
memenuhi keinginan
kamu.
Selama tidur, menurut
teori ini, kekangan-
kekangan dalam diri kita
juga tidur. Kita dapat
mengungkapan atau
merasakan apa yang
sebenarnya kita inginkan.
Jadi, kita melakukannya
dalam mimpi dan dengan
demikian memberikan
jalan keluar untuk
keinginan-keinginan kita,
dan keinginan-keinginan
itu dapat saja merupakan
keinginan-keinginan yang
bahkan tidak kita ketahui
sumber :
oryco.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls