Selasa, 14 September 2010

Mekanisme CintaMenurut ProsesKimia


Beberapa hari lalu, saya
harus duduk termangu
sekaligus confuse dengan
istilah-istilah kimia.
Selama kurang lebih 5 jam
bersama guru-guru SMA
bidang studi Biologi dan
Kimia dalam Pelatihan
Pembelajaran Inovatif.
Hanya ada satu topic yang
membikin saya tertarik
untuk mendengarkan.
Apalagi kalau bukan
masalah cinta yang
dipaparkan melalui proses
kimia.
Hal itu dipaparkan
seorang akademisi kimia
asal Universitas Negeri
Yogyakarta. Ia
mengatakan, berdasarkan
jurnal penelitian di AS,
cinta merupakan proses
kimia. Ada tiga tahapan
mekanisme.
Yang pertama adalah
tahap terkesan atau
proses hormon feromon,
atau yang biasa disebut
dengan hormon asmara.
Pada tahap ini, ada
guncangan perasaan
terhadap manusia lain
yang kita sukai.
Yang kedua adalah
hormon amfetamin. Tahap
ini bukan lagi hanya
sekadar suka. Tetapi
sudah merupakan nafsu,
seperti berciuman dan
hal-hal yang berbau
mesum. Hormon ini akan
merangsang kita ke alam
bawah sadar. Oleh karena
itu, ketika percumbuan
terjadi, kita tidak akan
puas sebelum menemui
klimaks.
Yang terakhir adalah fase
pengikatan. Atau dalam
istilah kimia terkenal
dengan hormon endofin.
Di sini tidak ada nafsu
diantara kedua manusia.
Tetapi perasaan aman dan
nyaman. Hal inilah yang
berlaku ketika manusia
sudah menikah atau akan
menikah.
“Oleh karena itu, kita juga
harus membedakan
sayang dan cinta, ”
ujarnya. Menurutnya,
sayang berlaku
berlandaskan bukan atas
dasar nafsu. Namun,
nafsu akan muncul ketika
ada cinta. Nah, hal-hal ini
tidak mungkin
diperdebatkan karena
berdasarkan bersifat
ilmiah, bukan atas dasar
rasionalisasi belaka.

Sumber: http://agg-fuhrer.blogspot.com/2009/03/mekanisme-cinta-menurut-proses-kimia.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls