Sabtu, 25 September 2010

Umur


“Siapa
yang
menginginkan
khusnul
khotimah
dipenghujung
umurnya,
hendaknya
ia
berprasangka baik kepada
manusia.”( Imam
Syafi’i )"Renungkanlah
pendeknya umurmu.
Andaikata engkau
berumur seratus tahun
sekalipun, maka umurmu
itu pendek jika
dibandingkan dengan
masa hidupmu kelak di
akhirat yang abadi,
selama-lamanya.Coba
renungkan, agar dapat
beristirahat
( pensiun )selama dua
puluh tahun, dalam satu
bulan atau setahun
engkau sanggup
menanggung berbagai
beban berat dan kehinaan
di dalam mencari dunia.
Tetapi mengapa engkau
tidak sanggup
menanggung beban
ibadah selama beberapa
hari demi mengharapkan
kebahagiaan abadi di
Akhirat nanti?Jangan
panjang angan-angan,
engkau nanti akan berat
untuk beramal. Yakinilah
bahwa tak lama lagi
engkau akan mati.
Katakana dalan hatimu :
Pagi ini aku akan
beribadah meskipun
berat, siapa tahu nanti
malam aku mati. Malam
ini aku akan sabar untuk
beribadah, siapa tahu
besok aku mati.Sebab,
kematian tidak datang
pada waktu, keadaan dan
tahun tertentu. Yang jelas
ia pasti dating. Oleh
karena itu,
mempersiapkan diri
menyambut kedangan
maut lebih utama
daripada menpersiapkan
diri menyambut dunia.
Bukankah kau menyadari
betapa pendek waktu
hidupmu di dunia ini?
Bukankah bisa jadi ajalmu
hanya tersisa satu tarikan
dan hembusan napas atau
satu hari?
Setiap hari lakukanlah hal
ini dan paksakan dirimu
untuk sabar beribadah
kepada Allah swt.
Andaikata engkau
ditakdirkan untuk hidup
selama lima puluh tahun
dank au biasakan dirimu
untuk sabar beribadah,
nafsumu tetap akan
berontak, tetapi ketika
maut menjemput kau
akan berbahagia selama-
lamanya. Tetapi, ketika
engkau tunda-tunda
dirimu untuk beramal,
dan kematian dating di
waktu yang tidak kau
perkirakan( Imam Abu
Hamid Muhammad bin
Muhammad Al-Ghazali )
"Jika engkau telah berusia
empat puluh tahun, maka
segeralah untuk
memperbanyak amal
shaleh siang maupun
malam. Sebab, waktu
pertemuanmu dengan
Allah 'Azza wa Jalla
semakin dekat. Ibadah
yang kau kerjakan saat ini
tidak mampu menyamai
ibadah seorang pemuda
yang tidak menyia-nyiakan
masa mudanya. Bukankah
selama ini kau sia-siakan
masa muda dan
kekuatanmu. Andaikata
saat ini kau ingin beramal
sekuat-kuatnya, tenagamu
sudah tidak mendukung
lagi.Oleh karena itu
beramallah sesuai
kekuatanmu.
Perbaikilah masa lalumu
dengan banyak berdzikir,
sebab tidak ada amal
yang lebih mudah dari
dzikir. Dzikir dapat kamu
lakukan ketika berdiri,
duduk, berbaring maupun
sakit. Dzikir adalah ibadah
yang paling
mudah.Rasulullah saw
bersabda : Dan hendaklah
lisanmu basah dengan
berdzikir kepada Allah
swt.Bacalah secara
berkesinambungan doa'
dan dzikir papa pun yang
mudah bagimu. Pada
hakikatnya engkau dapat
berdzikir kepada Allah swt
adalah karena
kebaikannya. Ia akan
mengaruniamu…..( Ibnu
'Atha illah Askandari )
"Ketahuilah, sebuah umur
yang awalnya disia-siakan,
seyogyanya sisanya
dimanfaatkan. Jika
seorang ibu memiliki
sepuluh anak dan
sembilan diantaranya
meninggal dunia. Tentu ia
akan lebih mencintai satu-
satunya anak yang masih
hidup itu. Kamu telah
menyia-nyiakan sebagian
besar umurmu, oleh
karena itu jagalah sisa
umurmu yang sangat
sedikit itu.Demi Allah,
sesungguhnya umurmu
bukanlah umur yang
dihitung sejak engkau
lahir, tetapi umurmu
adalah umur yang
dihitung sejak hari
pertama engkau mengenal
Allah swt.( Ibnu 'Atha illah
Askandari )
"seseorang yang telah
mendekati ajalnya
( berusia lanjut ) dan
ingin memperbaiki segala
kekurangannya di masa
lalu, hendaknya dia
banyak membaca dzikir
yang ringkas tetapi
berpahala besar. Dzikir
semacam itu akan
membuat sisa umur yang
pendek menjadi panjang,
seperti dzikir yang
berbunyi : Maha suci Allah
yang Maha Agung dan
segala puji bagi-Nya,
( kalimat ini kuucapkan )
sebanyak jumlah ciptaan-
Nya, sesuai dengan yang
ia sukai, seberat
timbangan Arsy-Nya dan
setara dengan jumlah
kata-kata-Nya.Jika
sebelumnya kau sedikit
melakukan shalat dan
puasa sunah, maka
perbaikilah kekuranganmu
dengan banyak
bershalawat kepada
Rasulullah saw.
Andaikata sepanjang
hidupmu engkau
melakukan segala jenis
ketaatan dan kemudian
Allah swt bershalawat
kepadamu sekali saja,
maka satu shalawat Allah
ini akan mengalahkan
semua amalmu itu. Sebab,
engkau bershalawat
kepada Rasulullah sesuai
dengan kekuatanmu,
sedangkan Allah swt
bershalawat kepadamu
sesuai dengan kebesaran-
Nya. Ini jika Allah swt
bershalawat kepadamu
sekali, lalu bagaimana jika
Allah swt membalas setiap
shalawatmu dengan
sepuluh shalawat
sebagaimana yang
disebutkan dalam sebuah
Hadits Shahih?Betapa
indah hidup ini jika kau isi
dengan ketaatan kepada
Allah swt, dengan
berdzikir kepada-Nya dan
bershalawat kepada
Rasulullah saw."( Ibnu
'Atha illah Askandari )


Sumber: sentuhan-qalbu.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls