Rabu, 15 September 2010

Brian Thomas : Taksengaja membunuhistrinya gara garangelindur


Gara-gara penyakit
kelainan tidur yang
dialaminya, Brian Thomas,
59, tak sengaja
membunuh istrinya,
Christine, 57, dengan
tangannya sendiri. Pria
asal Neath, Wales Selatan
ini divonis dokter
mengalami kelainan saat
tidur. Ia bisa mengigau
sembari melakukan
aktivitas, seperti berjalan
ataupun lainnya.
Dan kejadian buruk pun
harus dialaminya. Seperti
dikutip Times, Rabu
(18/11), Thomas dan
istrinya tengah berlibur di
Wales Barat mengendarai
mobil van mereka. Saat
tengah malam, mereka
diganggu segerombolan
remaja nakal. Mereka pun
memutuskan untuk
mencari lokasi parkir yang
lain. Dan ketika keduanya
kembali tidur, Thomas
bermimpi buruk, remaja-
remaja tersebut kembali
mengganggu mereka dan
masuk ke dalam van.
Keesokan harinya ia
terkejut mendapati
istrinya telah bersimbah
darah di sampingnya.
Langsung saja ia segera
menelepon 999. “Saya
pikir saya telah
membunuh istri saya. Saya
pikir seseorang masuk ke
dalam van kami. Apa yang
telah saya lakukan, ” teriak
Thomas saat melaporkan
kejadian tersebut.
Ketika polisi datang ke
lokasi kejadian, Thomas
terus menangis dan
terguncang. Polisi tiba
sepuluh menit setelah
ditelepon. “Dia adalah
segalanya bagi saya,” ujar
Thomas tersedu.
Ketika penyelidikan
dimulai, kecurigaan
pertama memang
mengarah Thomas sengaja
membunuh istrinya
karena suatu hal. Namun
ketika tim medis
menyatakan ia menderita
gangguan tidur, pihak
penyidik pun mulai
percaya. Apalagi sejarah
kehidupan Thomas
menunjukkan berbagai
gerakan otomatis yang
dilakukannya saat tidur
selama 50 tahun terakhir.
“Dengan kata lain, saat
pembunuhan terjadi,
terdakwa tengah tidur
dan pikirannya tidak bisa
mengontrol apa yang
dilakukan tubuhnya, ” ujar
Paul Thomas, Jaksa
Penuntut Umum
Pengadilan Swansea.
Keterangan saksi pun
cukup meringankan
Thomas, dimana pihak
pengadilan menerima
informasi jika keduanya
merupakan pasangan
yang bahagia dan tidak
terpisahkan. Bahkan
seharusnya sebentar lagi
mereka akan merayakan
ulang tahun pernikahan
mereka ke 40.
Pengacara pembela
Thomas, Elwen Evans
menjelaskan, saat itu
terdakwa tidak
mengonsumsi obar
antidepresi untuk
mengatasi gejala
Parkinson selama liburan
tersebut. Karena hal itu
bisa mengganggu
performa seksualnya. “Ia
melakukannya karena
mereka berdua tidur
bersama. Dan saat
kejadian, suara keributan
yang dibuat remaja
tersebut membawanya ke
tingkat stress yang tinggi,”
jelas Evans. Hingga saat
ini, kasus tersebut masih
disidangkan di Pengadilan
Swansea.
sumber :http://
blognyajose.blogspot.com/2010/09/
parah-bahaya-yang-bisa-
ditimbulkan-dari_01.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls