Selasa, 21 September 2010

Kisah WanitaPemburu Sperma DiInggris


Cornwall,
Inggris,
Hamil
dan
memiliki
anak
adalah
impian
bagi
setiap
perempuan.
Hal
inilah
yang memicu seorang
perempuan berusia 25
tahun menjadi pemburu
sperma demi bisa hamil
dan memiliki anak.
Lara Carter, perempuan
Inggris berusia 25 tahun
mengaku sebagai
'pemburu sperma' dengan
meniduri 20 laki-laki yang
baru dikenal di bar selama
tahun 2009.
Lara menjadi pemburu
sperma karena memiliki
keinginan yang kuat
untuk hamil. Menjadi
pemburu sperma
menurutnya juga lebih
murah ketimbang menjadi
donor sperma yang
mengeluarkan biaya 2.000
poundsterling atau Rp 28
juta untuk satu donor dan
biaya konsultasi 295
poundsterling atau Rp 4
juta. Biaya itu akan terus
bertambah jika satu donor
gagal.
Sedangkan menjadi
pemburu sperma Lara
cukup hanya
mengeluarkan biaya untuk
minum di bir karena
menurutnya banyak sekali
pria yang bersedia
melakukan hubungan satu
malam (one-night stand)
dengan gratis.
Lara menjadi pemburu
sperma ketika sedang
dalam masa subur.
Dengan menggunakan
bantuan alat ovulasi ia
tahu kapan dirinya sedang
berada dalam masa subur.
Ketika ia berada dalam
masa subur, maka ia akan
berpura-pura mabuk dan
menunjukkan ekspresi
ingin berhubungan seks
dengan laki-laki yang
ditemuinya. Lara mengaku
hanya minum minuman
ringan agar tak mabuk
namun targetnya selalu
mengira ia minum vodka
atau minuman campuran
yang memabukkan.
Jika laki-laki tersebut ingin
menggunakan kondom,
maka ia akan memberikan
kondom miliknya yang
sudah dilubangi sehingga
sperma tetap bisa masuk.
Lara begitu bersemangat
ingin hamil dan punya
anak karena melihat 17
dari 20 teman segrupnya
sudah punya anak. Namun
masalahnya Lara belum
memiliki suami dan
mampu bayar donor
sperma, sehingga akhirnya
dirinya memutuskan
untuk menjadi pemburu
sperma.
"Semua teman saya sudah
memiliki anak dan saya
pun ingin sekali menjadi
seorang ibu. Ini benar-
benar saat yang tepat
bagi saya untuk memiliki
anak," ujar Lara, seperti
dikutip dari The Sun,
Jumat (17/9/2010).
Obsesinya untuk hamil
dimulai setahun yang lalu,
ketika ia menemani
temannya melahirkan.
Saat melihat temannya
memegang bayi, maka ia
pun memiliki keinginan
yang kuat untuk
merasakan hal tersebut.
"Saya selalu mencintai
bayi dan ingin menjadi
seorang ibu di usia yang
sangat muda. Karenanya
saya menargetkan orang
asing sebagai ayah yang
potensial untuk anak yang
belum dilahirkan ini,"
ungkap Lara.
Lara menuturkan saat ini
ia tidak memiliki pacar,
karenanya ia
membutuhkan seorang
laki-laki untuk
memberikannya sperma.
Sebelumnya ia sudah
memiliki hubungan yang
mantap dalam dua tahun
terakhir. Tapi setiap kali ia
mengungkapkan gagasan
untuk memiliki bayi, maka
laki-laki tersebut justru
meninggalkannya.
Lara selalu menggunakan
wig untuk melindungi
identitas dirinya ketika
akan keluar. Jika ia berada
dalam masa subur, maka
ia akan pergi ke bar dan
mencari donor sperma
yang potensial. Ia akan
berpura-pura mabuk dan
menggoda serta mengajak
laki-laki yang tertarik
dengannya untuk
melakukan one-night
stand, namun ia tetap
memegang kendali.
"Ketika saya menemukan
donor sperma yang
potensial, saya akan
mendapatkan namanya
dan menanyakan apakah
mereka memiliki penyakit
menular seksual atau
tidak. Jika tidak ada PMS
maka kami akan
menghabiskan malam
bersama dan saya akan
meninggalkannya di pagi
hari," ungkap Lara.
Obsesinya yang cukup
kuat untuk memiliki anak
telah membuatnya
menghabiskan banyak
uang untuk membeli baju
bayi, mengonsumsi
vitamin hamil dan bahkan
sudah menyiapkan nama
untuk anaknya kelak.
Namun hingga kini ia
masih gagal karena setiap
bulannya ia tetap
mendapatkan menstruasi.
"Saya yakin banyak orang
yang menilai dan berpikir
bahwa saya gila, tapi saya
hanya ingin jujur. Bagi
saya ini sama saja dengan
pergi ke bank sperma,
tapi tidak memerlukan
uang di tangan,"
imbuhnya.
Lara menuturkan jika ia
hamil setelah melakukan
one-night stand, maka ia
tidak akan menghubungi
ayah dari bayi yang
dikandungnya. Selain itu
ia juga tidak pernah
memberikan nomor
kontaknya pada laki-laki
manapun, karena ia hanya
menginginkan bayi dan
bukan laki-lakinya. Jika
anaknya sudah cukup
mengerti, maka ia akan
memberitahu bahwa dulu
ibu dan ayahnya
mengalami malam yang
magis bersama dan tidak
pernah bertemu lagi.
Dalam kondisi normal
ketika bersenggema,
sperma pria masuk
melalui vagina lalu
melewati leher rahim
menuju mulut rahim.
Kemudian seprma-sperma
itu berenang di dalam
rahim terus menuju
saluran telur (tuba
fallopi). Ada sperma yang
bisa mencapai saluran
telur tapi banyak juga
yang tersesat.
Untuk menjadi hamil juga
banyak faktor tidak hanya
dari sperma. Proses
pembuahan lebih rumit
dari yang diperkirakan,
karena melibatkan
komunikasi antara sperma
dengan sistem reproduksi
wanita.
Pada pasangan yang tidak
subur, komunikasi itu
gagal karena beberapa
sebab. Di antaranya
sperma kurang cakap
dalam menyampaikan
informasi, atau bisa juga
sebaliknya sel telur
memiliki kontrol kualitas
terlalu tinggi sehingga
sangat selektif terhadap
sperma yang datang.
Sumber: http://
health.detik.com/
read/2010/09/17/174507/1442661/763/
wanita-pemburu-sperma?

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls