Jumat, 17 September 2010

Astronot yang keMars Terancam TuaMendadak


VIVAnews -- Manusia
bermimpi menjelajah luar
angkasa melampaui Bulan.
Bahkan, Presiden Amerika
Serikat, Barack Obama
punya target, pertengahan
2030-an, kita bisa mngirim
astronot ke orbit Mars.
Mimpi Obama tidak hanya
sampai di orbit, dia
berharap bisa mengirim
manusia pertama yang
akan menginjakkan kaki
di Mars.
Namun, sejumlah ilmuwan
baru-baru ini
mengingatkan bahwa
mengirim orang ke Planet
Merah bisa berbahaya.
Sebab perjalanan luar
angkasa dalam waktu
panjang akan melelahkan
fisik para astronot. Dari
berbagai kajian para
ilmuwan menemukan
bahwa para astronot akan
kehilangan setengah dari
kekuatan ototnya dalam
misi ke mars itu.
Contohnya, jika astronot
yang ke Mars berusia
antara 30 sampai 50
tahun, saat pulang ke
Bumi, kekuatan otot
mereka setara dengan
kakek-kakek usia 80
tahun. Jika sudah begitu,
risiko perjalanan ke mars
itu kian besar.
Tim peneliti yang dipimpin
Robert Fitts, profesor
biologi di Marquette
University di Milwaukee,
Wisconsin, mengambil
sampel jaringan dari betis
sembilan astronot AS dan
Rusia yang menghabiskan
waktu enam bulan di
Stasiun Luar Angkasa
Internasional.
Biopsi yang diambil 45
hari sebelum peluncuran
dan sebelum kembali ke
Bumi menunjukkan
berhentinya pertumbuhan
sel di area nol gravitasi.
Profesor Fitts menegaskan
bahwa kehilangan massa
serat dalam sel, juga
kekuatannya, bisa
diterjemahkan dengan
penurunan lebih dari 40
persen kapasitas kerja
fisik.
Badan Antariksa Amerika
Serikat (NASA) merancang
perjalanan ke Mars
dengan menggunakan
teknologi roket saat ini,
membutuhkan waktu tiga
tahun -- termasuk masa
tinggal setahun di Mars.
Jika demikian, penurunan
otot-otot yang paling
terkena dampak seperti
betis bisa mendekati 50
persen. Saat kembali ke
gravitasi Bumi, mereka
akan sangat lemah,
bahkan tidak mampu
mengevakuasi diri saat
kondisi darurat.
Laporan ini telah
diterbitkan secara online
dalam The Journal of
Physiology -- versi
cetaknya akan terbit
bulan depan.
Kehilangan kekuatan otot
telah diteliti sebelumnya
dalam ilmu medis luar
angkasa -- namun ini
analisis pertama terkait
misi dalam jangka waktu
lama.
Meski demikian, Fitts
mengatakan hasil dari tes
ini tak seharusnya
menghalangi manusia dari
penjelajahan luar
angkasa. Sebab,
lanjutnya, "Tanpa
eksplorasi, kita akan
mandeg dan gagal untuk
meningkatkan
pemahaman kita tentang
alam semesta."
Hasil penemuan ini
menunjukkan pentingnya
latihan kebugaran bagi
astronot -- baik di Bumi
maupun saat mereka
melakukan perjalanan.
Selain itu penurunan
kebugaran tubuh itu,
astronot juga berisiko
menderita sakit kanker
sebagai akibat dari
kerusakan DNA dari
radiasi kosmik, hilangnya
kepadatan tulang, dan
tekanan mental akibat
keterasingan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls