Jumat, 17 September 2010

Manusia Yang Mendapatkan Perlindungan AllahSWT


Berkata Abu Hurairah r.a :
bahwa Nabi saw telah
bersabda: ”Ada tujuh
kelompok yang akan
mendapat perlindungan
Allah pada hari yang tiada
perlindungan kecuali
perlindungan-Nya.Mereka
adalah pemimpin yang
adil, anak muda yang
senantiasa beribadah
kepada Allah Azza wa
Jalla,seseorang yang
hatinya senantiasa
dipertautkan dengan
mesjid,dua orang yang
saling mencintai karena
Allah,yakni keduanya
berkumpul dan berpisah
karena Allah,seorang laki-
laki yang ketika dirayu
oleh seorang wanita
bangsawan lagi rupawan
lalu ia menjawab:
“ Sungguh aku takut
kepada Allah”,seseorang
yang mengeluarkan
shadaqah lantas di-
sembunyikannya sampai-
sampai tangan kirinya
tidak mengetahui apa
yang diperbuat tangan
kanannya,dan seseorang
yang berzikir kepada Allah
di tempat yang sunyi
kemudian ia mencucurkan
air mata ”. (H.R.Bukhary –
Muslim)
Hadits ini menjelaskan
bahwa pada hari kiamat
ada tujuh tipe atau
golongan manusia yang
akan mendapatkan
perlindungan Allah swt.,
yaitu :
1. Pemimpin yang adil
Menjadi pemimpin yang
adil itu tidaklah mudah,
butuh pengorbanan
pikiran,perasaan, harta,
bahkan jiwa. Dalam ajaran
Islam, kepemimpinan
bukanlah fasilitas namun
amanah. Kalau kita
menganggap
kepemimpinan atau
jabatan itu sebagai
fasilitas, kemungkinan
besar kita akan
memanfaatkan
kepemimpinan itu
sebagai sarana
memperkaya diri tanpa
menghiraukan aspek halal
atau aharam.Sebaliknya,
kalau kita menganggap
kepemimpinan atau
jabatan itu sebagai
amanah, kita akan
melaksanakan
kepemimpinan itu dengan
penuh kejujuran dan
tanggung jawab. Nah,
untuk melaksanakan
kepemimpinan dengan
cara yang amanah itu
tidaklah mudah,Karena itu
logis kalau kita menjadi
pemimpin yang adil,Allah
akan memberi
perlindungan di akhirat
kelak.
2. Anak muda yang saleh
Masa muda adalah masa
keemasan karena kondisi
fisik masih prima. Namun
diakui bahwa ujian pada
masa muda itu sangat
beragam dan dahsyat.
Oleh sebab itu, apabila
ada anak muda yang
mampu melewati masa
keemasannya dengan
taqarrub (mendekatkan)
diri kepada-Nya,
menjauhkan diri dari
berbagai kemaksiatan,
serta mampu
mengendalikan nafsu
syahwatnya, Allah akan
memberikan
perlindungan-Nya pada
hari kiamat.Ini merupakan
imbalan dan penghargaan
yang Allah berikan kepada
anak-anak muda yang
saleh.
3. Orang yang hatinya terikat
pada mesjid Kalimat
“seseorang yang hatinya
senantiasa dipertautkan
dengan mesjid ”seperti
yang disebutkan hadits di
atas, paling tidak
menunjukkan dua
pengertian. Pengertian
pertama, orang-orang
yang kapan dan di
manapun berada selalu
ingin memakmurkan
tempat ibadah. Pengertian
kedua, orang-orang yang
tidak pernah melalaikan
ibadah di tengah
kesibukan apapun yang
dijalaninya.
4. Bersahabat karena Allah
Poin ini terambil dari
kalimat “dua orang yang
saling mencintai karena
Allah, yakni keduanya
berkumpul dan berpisah
karena Allah ”. Bersahabat
karena Allah swt.
maksudnya kita mencintai
seseorang atau
membencinya bukan
karena faktor harta,
kedudukan, atau hal-hal
lain yang bersifat
material,namun murni
semata-mata karena Allah
swt. Kalau sahabat kita
berbuat baik,
kita mendukungnya, dan
kalau berbuat salah kita
mengingatkannya, bahkan
kita berani
meninggalkannya kalau
sekiranya sahabat
tersebut akan
menjerumuskan kita pada
gelimang dosa dan
maksiat. Inilah yang
dimaksud dengan
persahabatan karena
Allah.
5. Mampu menghadapi
godaan lawan jenis
“Seorang laki-laki yang
ketika dirayu oleh seorang
wanita bangsawan lagi
rupawan lalu ia
menjawab: “Sungguh aku
takut kepada Allah.”
Kalimat ini
menggambarkan bahwa
kalau kita mampu
menghadapi godaan
syahwat dari lawan jenis,
maka kita akan
mendapatkan
perlindungan Allah di hari
kiamat. Di sini
digambarkan seorang laki-
laki yang digoda wanita
bangsawan nan rupawan
tapi dia menolak
ajakannya bukan karena
tidak selera kepada
wanita itu, namun karena
takut kepada Allah. Jadi,
rasa takut kepada
Allahlah yang menjadi
benteng laki-laki tersebut,
sehingga tidak
terjerembab pada
perbuatan maksiat.
Karena itu Allah
memberikan penghargaan
pada hari kiamat dengan
memberikan pertolongan-
Nya. Di sini diumpamakan
laki-laki yang digoda
wanita, namun sangat
mungkin wanita pun
digoda laki-laki.
6. Ihklas dalam beramal
“Seseorang yang
mengeluarkan sedekah
lantas disembunyikannya
sampai-sampai tangan
kirinya tidak mengetahui
apa yang diperbuat
tangan kanannya. ” Ini
gambaran keihlasan
dalam beramal. Saking
ihklasnya dalam beramal
sampai-sampai tangan kiri
pun tidak tahu apa yang
diinfakkan atau
disumbangkan oleh
tangan kanannya.
Pertanyaannya, bolehkah
kita bersedekah
sambil diketahui orang
lain, bahkan nama kita
dipampang di koran?
Boleh saja, asalkan benar-
benar kita niatkan karena
Allah swt., bukan karena
cari popularitas.
Perhatikan ayat berikut, ”
Jika kamu menampakkan
sedekahmu, maka itu baik
sekali. Dan jika kamu
menyembunyikannya dan
kamu berikan kepada
orang-orang fakir, maka
menyembunyikannya itu
lebih baik bagimu. Dan
Allah akan menghapuskan
dari kamu sebagian
kesalahan-kesalahanmu;
dan Allah mengetahui apa
yang kamu
kerjakan. ” (Q.S.Al-Baqarah
2: 271)
7. Zikir kepada Allah dengan
khusyu “Seseorang
berzikir kepada Allah di
tempat yang sunyi,
kemudian ia mencucurkan
air mata. ” Zikir artinya
mengingat Allah. Kalau
seseorang berdo ’a dengan
khusyu hingga tak terasa
air mata menetes karena
sangat nikmat berzikir dan
munajat kepada-Nya,
maka Allah akan
memberikan pertolongan
kepadanya pada hari
kiamat kelak.
sumber: http://dunia-
panas.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar dengan sopan

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls